Tips Tidur Lebih Baik Setelah Melahirkan

Gayuh Tri Pinjungwati28 Mar 2020, 16:15 WIB
ibu dan anak

Fimela.com, Jakarta Menantikan kehadiran buah hati lahir di dunia dengan selamat adalah hal indah bagi calon Mom dan Dad. Namun, mungkin sebagian besar perempuan hamil akan mengalami depresi saat akan atau setelah melahirkan. Kelelahan adalah efek samping umum dari menjadi orang tua, terutama selama tahun pertama, ketika Mom mengalami gangguan tidur. Tetapi itu juga menjadi tanda masalah kesehatan yang serius seperti depresi pascapersalinan, gangguan tidur, anemia dan disfungsi tiroid.

Hal yang biasa bagi orang tua merasa lelah setelah bayi lahir. Bayi baru lahir tidak mengikuti pola tidur seperti orang dewasa pada umumnya. Mereka sering bangun dan beberapa bahkan lebih banyak tidur di siang hari daripada malam hari. Tetapi kelelahan biasa di luar minggu-minggu awal bisa terjadi gejala dari sesuatu selain menjadi orang tua baru. Berikut ini beberapa cara untuk menjaga tidur Mom saat menjadi orang tua baru bagi si buah hati.

Bicarakan Tentang Kebutuhan Tidur

Lakukan lebih awal, sebelum melahirkan. Diskusikan bersama pasangan untuk mengatasi kurang tidur. Ini mungkin bisa meminta bantua suami atau orang tua untuk merawat si kecil saat ia lahir. Hal ini ini dilakukan untuk mencegah terjadinya baby blues.

Ikut Tidur saat Bayi Tidur

Perawat bayi atau dokter anak akan memberi saran bahwa kunci untuk mencegah kurang tidur setelah melahirkan adalah tidur ketika bayi sedang tidur. Jika si kecil melakukan tidur siang, sisihkan semuanya dan tiddur siang bersama si kecil. Memang saat si kecil tidur mungkin ini adalah kesempatan untuk Mom melakukan pekerjaan rumah lainnya. Tetapi, ingatlah kondisi kesehatan, taka da salahnya untuk menyewa asisten rumah tangga untuk membantu membereskan rumah saat baru melahirkan.

Jangan Khawatir Tidak Terbangun saat Bayi Menangis

Seorang bayi adalah jam alarm alami dan bagi seorang Mom cenderung terbiasa dengan tangisan bayi. Jika khawatir tidak akan mendengar saat si kecil menangis, bisa saja tidur bersama bayi dalam satu ranjang. Ini memungkinkan bagi orang tua baru senantiasa terbangun saat si kecil menangis.

Bergantian Menjaga Bersama Pasangan

bayi menangis
Ilustrasi bayi menangis./Copyright shutterstock.com/g/chomnancoffee

Jika bayi menangis mungkin menandakan bahwa ia merasa haus. Berikan si kecil ASI langsung dari payudara Mom. Bila perlu, saat setelah bayi selesai menyusu tak ada salahnya untuk memompa ASI dan bisa diberikan sewaktu-waktu si kecil menangis. Saat merasa mengantuk bisa saja pasangan memberikan ASI melalui botol kepada si kecil sedangkan Mom dapat istirahat.

Jangan Abaikan Baby Blues

Kurang tidur dapat menyebabkan perubahan suasan hati dan orang tua baru beresiko mengalami baby blues atau depresi pascamelahirkan yang lebih serius. Jika mengalami gejala baby blues ada baiknya untuk segera konsultasikan ke dokter. Perubahan suasana hati dapat memperburuk siklus tidur.

Singkirkan yang Mendasari Mengganggu Tidur

Tidur siang singkat seharusnya membuat Mom merasa baik. Namun, jika tidak merasa membaik, temui seorang dokter karena mungkin ada gangguan tidur yang mendasarinya yang mungkin dapat diobati seperti sleep apnea.

Jika Mom merasa kelelahan saat menjadi orang tua baru, ini mungkin dialami oleh sebagian besar orang tua baru. Namun, bila menemui  gangguan serius ada baiknya unttuk konsultasikan ini dengan dokter.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓