Tips Memberi Pemahaman Pentingnya Social Distancing bagi Remaja

Annissa Wulan30 Jun 2020, 16:30 WIB
anak kedua

Fimela.com, Jakarta Tidak dapat dipungkiri bahwa anak remaja adalah makhluk sosial, mereka membutuhkan interaksi dengan banyak orang dan tidak heran jika memberi pemahaman tentang social distancing memiliki tantangan tersendiri. Anak remaja lebih sulit menangani rasa bosan mereka ketika dipaksa tinggal di rumah saja.

Dilansir dari sheknows.com, berikut ini adalah beberapa tips memberi pemahaman kepada anak remaja tentang social distancing. Penasaran?

1. Dengarkan, lalu diskusikan

Anak remaja harus merasa didengarkan, maka mereka cenderung akan bertahan. Ajukan pertanyaan tentang jenis sosialisasi yang mereka inginkan, mengapa, dan coba mendidik mereka dengan membaca artikel bersama-sama.

2. Merekrut mereka dalam tim inti

Walaupun anak remaja cenderung tidak terkalahkan, namun keluarga adalah segalanya bagi mereka. Bicarakan tentang bagaimana mereka bisa melindungi anggota keluarga yang lain.

Ajak mereka untuk menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Karena jika mereka dilibatkan, anak remaja cenderung akan mendengarkan pendapatan orang lain.

3. Mendorong mereka mengenakan masker

Jangan hanya berkata-kata, namun tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari bahwa masker adalah hal penting yang harus selalu digunakan saat ini. Kamu juga harus menjadi model perilaku untuk anak remaja.

 

 

4. Bantu mereka membuat aktivitas yang aman

California Mundurkan Waktu Masuk Sekolah Agar Murid Dapat Tidur Lebih Lama
Ilustrasi anak sekolah. (dok. unsplash/Novi Thedora)

Dorong anak remaja untuk berani bicara pada teman-teman mereka tentang protokol kesehatan yang baik ketika beraktivitas di luar rumah. Semakin banyak hal ini dibicarakan, rasanya akan semakin normal.

5. Terhubung dengan keluarga teman-teman mereka

Kamu juga bisa menciptakan aturan yang disepakati bersama dengan keluarga teman-teman anak remajamu. Keintiman semacam ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang, namun tidak ada salahnya dicoba.

6. Biarkan mereka bekerja, jika bisa

Kebutuhan atau keinginan untuk bekerja atau uang akan memotivasi anak remaja mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Dengan membiarkan mereka bekerja, anak remaja akan belajar tentang tanggung jawab.

7. Bangun dan pertahankan rasa saling percaya

Akui Kesalahan dan Perbaiki
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/Elly

Kamu bisa mulai membiasakan diri untuk bertanya kepada anak remaja yang baru saja beraktivitas di luar rumah, bagaimana hari mereka berjalan, apakah mereka mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan apa yang membuatnya sulit dilakukan. Beri tempat bagi anak untuk membicarakannya.

8. Beri mereka konsekuensi yang sesuai

Konsekuensi yang diberlakukan harus sesuai dengan hal-hal yang mereka lakukan. Yang paling tidak kamu inginkan adalah mendorong kebohongan, sehingga usahakan untuk mendorong anak remaha berdiskusi secara jujur.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓