4 Cara Tepat Memberikan MPASI pada Anak Ala Dokter Meta Hanindita

Anisha Saktian Putri02 Jul 2020, 08:30 WIB
siap mpasi

Fimela.com, Jakarta Penelitian menunjukan pemberian MPASI yang tepat dapat berpangaruh pada pertumbuhan anak dan kecerdasaan, bahkan ketika dewasa. Sebaliknya, jika MPASI tidak diberikan dengan sesuai akan terjadi malnutrisi pada si kecil.

Ketika mulnutrisi terjadi, dokter anak, dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K) mengatakan akan terjadi dampak masalah jangan pendek dan jangka panjang. Dan yang paling sering terjadi ialah stunting yang kini sedang menjadi isu kesehatan.

Dampak lainnya, seperti anak sering sakit, akademis munurun, motorik terganggu, perkembangan bicara, hingga saat dewasa anak akan sulit dalam bekerja dan terserang berbagai penyakit seperti obesitas hingga stroke.

"Nutrisi ke otak jadi kurang, alhasil anak sulit berkonsetrasi, hingga saat dewasa anak akan banyak bekerja kasar dibanding menggunakan otak," ujar dr. Meta saat dihubungi dalam acara peluncurank buku Mommyclopedia: 78 Resep MPASI.

dr. Meta menyampaikan malnutrisi terjadi ketika peralihan dari ASI ke MPASI. Untuk itu sebagai orangtua kita harus memerhatikan menu MPASI untuk si kecil. Berikut penjelasannya, dari dr Meta.

Langkah-langkah pemberian MPASI

Mommyclopedia 78 Resep MPASI/dok. Instagram @metahanindita
Mommyclopedia 78 Resep MPASI/dok. Instagram @metahanindita

1. Tepat waktu

Berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, MPASI pun dapat diberikan ketika anak sudah berusia 6 bulan. Usia 0-6 bulan 100 persen nutrisi diberikan dari ASI. 6-8 bulan mulai membutuhkan MPASI sebanyak 30 persen, ASI 70 persen.

Sedangkan, 9-11 bulan membutuhkan 50 persen ASI dan 50 persen MPASI. Diatas 1 tahun 30 persen ASI dan 70 persen MPASI.

2. ADEKUAT

MPASI yang diberikan memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien anak. MPASI dapat memenuhi gizi seimbang seperti mencakup zat besi, vitamin, mineral, lemak, dan zinc.

Anak usai 0-6 bulan masih memiliki zat besi 100 persen. Setelah usia 6 bulan hanya zat besi 3 persen. Padahal usia 6-23 bulan membutuhkan 97 persen zat besi. "Jadi pastikan anak memenuhi zat besi karena penting untuk perkembangan otak," paparnya.

3. Aman dan Higienis

Pastikan kebersihan tangan dan peralatan makan yang digunakan untuk menyiapkan serta menyajikan MPASI. Cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan. Selalu cuci tangan ibu dengan sabun setelah ke toilet dan membersihkan kotoran bayi.

Simpan makanan yang akan diberikan kepada bayi di tempat yang bersih dan aman. Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dab bahan makanan matang.

4. Diberikan secara responsif

MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak. Proses makan yang memerlukan intearaksi bayi dan ibu atau pengasuh. Menyuapi, makan sendiri jika anak yang lebih besar, sabar, tidak memaksa, perhatikan tanda lapar dan kenyang, serta hindari distraksi atau gangguan pengalih perhatian.

Nah, sahabat Fimela dapat mendapatkan resep lengkap untuk MPASI dengan membaca buku Mommyclopedia 78 Resep MPASI yang ditulis oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K) adalah dokter anak dan juga konselor laktasi.

Resep yang tersaji di dalam buku ini, antara lain: bubur opor ayam, bubur udang tahu, tim semur nasi tempe, tim cah ikan kembung, makaroni keju, siomay udang ayam, Bitterbalen, nasi ayam katsu, nasi bakar tuna, mi tek-tek, agar-agar buah, dll.

Lanjutkan Membaca ↓