Memilih Permainan yang Tepat untuk Anak Berdasarkan Fungsinya

Meita Fajriana02 Jul 2020, 09:30 WIB
Bermain dengan anak

Fimela.com, Jakarta Agar kegiatan bermain bersama anak menjadi lebih menyenangkan dan bervariasi, ada dua kategori permainan yang bisa dilakukan bersama, structure play dan free play. Structure play atau yang juga dikenal sebagai permainan berorientasi tujuan, umumnya melibatkan penggunaan logika untuk menyelesaikan masalah. Contohnya seperti mengikuti arahan untuk merakit mainan atau olahraga terorganisir seperti bermain bola.

Sedangkan free play adalah permainan kreatif dan berimprovisasi dengan kemungkinan yang tidak terbatas, di sini anak lebih berperan dalam memilih mainan apa yang mereka inginkan dan orangtua hanya merespon arahan yang diberikan anak. Permainan yang bisa dilakukan adalah seperti permainan balok, menggambar atau mewarnai.

Kedua kategori permainan ini penting untuk menanamkan rasa ingin tahu pada anak dan juga pembelajaran yang berguna. Ketika seorang anak terlibat dalam kegiatan bermain berstruktur, mereka belajar bagaimana mengenali pola dan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan cara yang paling efisien dan efektif. Sebaliknya, permainan bebas adalah tentang mempelajari cara membuat sesuatu dari awal dan mengeksplorasi kemungkinan.

 

Bermain lebih menyenangkan

Bermain dengan anak
Bermain dengan anak memiliki banyak manfaat/ copyright By ANURAK PONGPATIMET (Shutterstock)

Setiap anak memiliki karakteristik, pola pikir, dan keunikan yang berbeda-beda. Untuk itu, orangtua perlu memahami serta sabar dalam menyikapi hal tersebut. Saat mendampingi anak bermain, orangtua pun harus lebih fokus kepada mereka dan mengesampingkan aktivitas lain agar kegiatan bermain menjadi lebih menyenangkan.

Cara bermain dengan anak

Bermain dengan anak
Bermain dengan anak memiliki banyak manfaat/ copyright By PR Image Factory from Shutterstock

Hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua saat bermain dengan anak, yang dirangkum Fimela, Selasa (2/6/2020).

1. Perhatikan dengan penuh perhatian. Jauhi gadget dan hanya fokus kepada anak.

2. Refleksi verbal: memberikan pujian dan menyemangati terhadap apa yang mereka lakukan,

3. Refleksi non-verbal: meniru apa yang dilakukan oleh anak.

4. Tunjukkan afeksi selama bermain, seperti memeluk dan menyentuh mereka dengan penuh kasih saying.

5. Tetap ada batasan yang sehat. Orangtua tetap harus mengingatkan dengan cara yang lembut tanpa memarahi jika anak bermain dengan cara yang tidak seharusnya.

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓