5 Pelajaran Hidup yang Wajib Diajarkan Orangtua Pada Anak Sejak Dini

Imelda Rahma07 Jul 2020, 17:25 WIB
Anak dan Orangtua

Fimela.com, Jakarta Sebagai agen sosialisasi pertama dalam hidup seorang anak, orangtua sudah sepatutnya memberikan nasihat berupa pelajaran-pelajaran hidup yang kelak akan berguna untuknya di masa depan. Ini bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga tentang tumbuh kembang anak dan bekal yang ia miliki untuk bersosialisasi secara sosial.

Pelajaran hidup itu penting dan memang seharusnya diajarkan oleh orangtua karena hal yang menyangkut itu biasanya tidak masuk dalam kurikulum sekolah. Memang dengan berjalannya waktu, anak akan belajar dari kesalahan, belajar dari pengalaman. Namun, alangkah lebih baiknya jika orangtua sudah memberi bekal awal pelajaran hidup padanya sehingga ia akan lebih siap.

Kini kehidupan sudah kompleks, sebagai orangtua mustinya mulai memikirkan bagaimana caranya mempersiapkan anak dalam pergaulan dan kehidupan yang sebenarnya. Maka dari itu, mulai dari sekarang, cobalah untuk berbicara pada anak tentang pengalaman orangtua yang bisa dijadikan pelajaran hidup baginya. Anak adalah cerminan orangtuanya, jika ingin anak menjadi sosok yang baik dan berbakti, maka ia harus memahami beberapa konsep dalam hidup.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan membagikan informasi 5 pelajaran hidup yang wajib diajarkan orangtua pada anak sejak dini. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Setiap Orang Berbeda dan Maka Dari Itu Mereka Unik

Setiap Orang Berbeda dan Maka Dari Itu Mereka Unik
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/pixabay

Pelajaran hidup pertama yang harus disampaikan oleh orangtua pada anak ialah bahwa dalam kehidupan, ia akan bertemu dengan banyak orang dan setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang akan menyukainya dan ada pula yang akan membencinya karena itulah hidup dan sebuah keniscayaan. Hal ini perlu dipahami oleh sang anak agar ia tidak kaget ketika bertemu dengan berbagai macam orang dilingkungannya.

Hal ini akan membuatnya menerima perbedaan dan menghargainya. Ia akan memiliki pemahaman bahwa perbedaan pada setiap orang bukan menjadi masalah namun itulah yang menjadikan setiap orang menjadi unik dan berharga. Bagus tidak harus selalu sama, adanya perbedaan dan keberagaam juga patut kita hormati karena perbedaanlah yang membuat dunia menjadi indah.

Ingatkan Pentingnya Kata Maaf dan Terima Kasih

Ingatkan Pentingnya Kata Maaf dan Terima Kasih
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/pixabay

Selanjutnya, pelajaran hidup yang tidak kalah penting dan pastinya akan sangat berguna dan membentuk karakter anak ialah ketika orangtua selalu mengingatkan pada anak akan pentingnya mengucapkan kata maaf dan terima kasih. Dua kata ajaib yang akan selalu membawa kepada kebaikan. Hal ini penting karena anak yang tidak diajarkan cara berterima kasih dan meminta maaf akan memiliki sifat arogan saat ia tumbuh dewasa.

Ajarkan anak untuk selalu mengucapkan terima kasih apabila ada seseorang yang membantunya. Ucapan itu juga merupakan bukti bahwa ia dapat menghargai sesama dan memahami konteks bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Kedua, ajarkan ia untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan ketika ia memang berbuat salah. Meminta maaf bukan berarti lemah, justru itu merupakan sikap orang yang sportif dan terpuji.

Kegagalan Adalah Proses Hidup

Kegagalan Adalah Proses Hidup
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/pixabay

Ketiga, pelajaran hidup penting lainnya yang harus diajarkan oleh orangtua pada anak ialah dalam hal memaknai sebuah kegagalan. Ingat, selalu ajarkan anak untuk menghargai proses bukan terpaku pada hasil. Dengan mengajarinya seperti itu, anak akan lebih mudah menerima setiap kegagalan dalam hidupnya. Bukan sebagai sesuatu yang harus disesali namun dimaknai sebagai proses hidup untuk menuju kemenangan itu sendiri.

Pelajaran ini nantinya akan langsung terasa saat mereka sudah masuk sekolah dan melihat nilai rapot yang dibagikan tiap akhir semester. Anak yang sudah bisa memahami kegagalan, ia tidak akan mudah rapuh ketika nilai akademiknya jatuh, tetapi ia akan berusaha lebih baik lagi agar nilainya sempurna. Mental seperti ini yang seharusnya ada pada anak, bukannya tekanan untuk menang dalam segala hal.

Berbagi Itu Baik

Berbagi Itu Baik
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/pixabay

Berikutnya, ajarkan anak sedari kecil untuk terbiasa berbagi dengan orang lain. Buatlah anak paham bahwa berbagi itu baik dan indah. Berbagi merupakan tanda bahwa orang memahami konsep manusia sebagai makhluk sosial. Hindarkan sifat tamak pada anak karena kelak ketika ia dewasa, ia tidak akan disukai banyak orang.

Namun konsep berbagi yang dimaksud dalam hal ini adalah berbagi dalam hal kebaikan bukan keburukan. Contohnya, ketika mereka melihat anak lain yang tidak mampu, maka ajarkan anak untuk berbagi, misalnya berbagi makanan. Dengan cara ini anak akan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.

Ajarkan Arti Kebahagiaan

Ajarkan Arti Kebahagiaan
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/pixabay

Terakhir, pelajaran hidup yang tidak boleh sampai dilewatkan orangtua untuk disampaikan pada anak ialah konsep kebahagiaan dalam hidup. Banyak orangtua yang tidak mengajarkan hal ini sehingga ketika anak tumbuh remaja dan dewasa, ia akan kebingungan dengan apa yang harus ditujunya dalam hidup. Bahkan bisa jadi ia kelak akan mengejar sesuatu yang tidak membuatnya bahagia.

Maka dari itu, orangtua harus mampu menjelaskan konsep kebahagiaan pada anak. Setiap orangtua pastinya memiliki persepsi yang berbeda mengenai konsep kebahagiaan. Namun satu hal yang harus diingat oleh setiap anak bahwa ia hanya akan bisa bahagia ketika ia menghargai hidup dan seluruh proses yang ada didalamnya.

Lanjutkan Membaca ↓