9 Cara Membuat Anak dengan Penyakit Kanker Betah di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Anisha Saktian Putri07 Agu 2020, 16:30 WIB
6 kanker yang sering terjadi pada anak serta cara mendeteksinya

Fimela.com, Jakarta Hasil survei UNICEF pada bulan Juni 2020 menunjukkan, 66% dari 60 juta anak Indonesia mengaku tidak nyaman selama bersekokah di rumah di masa pandemi Covid-19.

"Anak-anak adalah makhluk yang bebas dan suka bermain. Saat “ditawan” dan harus tinggal di rumah dan bersekolah di rumah dalam waktu lama, maka akan mudah menjadi bosan,” jelas Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Rahmi Adi Putra Tahir saat membuka seminar webinar YOAI “Membuat Anak Betah di Rumah” pada Sabtu, 1 Agustus 2020.

Maka dari itu orang tua harus memiliki kiat agar anak tetap betah di rumah. Nelly Hursepuny Mpsi, psikologi di Rehabilitasi Medik RS Kanker Dharmais, Jakarta menyampaikan tips tentang apa yang harus dilakukan orang tua selama mendampingi anak di rumah saja, khususnya anak mengidap kanker. Apa saja? Mari kita simak

1. Perhatikan dan penuhi kebutuhan anak.Kebutuhan di sini bukan hanya dalam bentuk fisik seperti makanan sehat dan lingkungan nyaman, namun juga kebutuhan akan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

2. Aturan harus jelas. Menurut Nelly, saat membuat aturan, orang tua harus bisa berkompromi dengan anak dan kemudian aturan tersebut diterapkan secara konsisten.

3. Rendahkan usia 2-3 tahun di atas usia anak. Tujuannya adalah agar orang tua bisa berpikir dengan cara pikir dan pandangan anak. Menempatkan diri seperti kakak bagi anak-anak. Ini penting terutama bagi yang memiliki anak usia pra remaja, di mana mereka sudah mulai keluar dari aturan orangtua dan lebih mendekat ke teman sebaya.

Eratkan emosi

kepribadian anak
ilustrasi zodiak bayi lucu/Photo by Juan Encalada on Unsplash

4. Eratkan ikatan emosional anak dan orangtua. Jujur dan terbuka menjadi kuncinya.

5. Nasehat bukan prioritas. Memberikan nasehat memang penting tetapi yang lebih diprioritaskan adalah anak yang ingin dimengerti dan didengarkan.

6. Teladan melalui contoh. Dalam hal apapun, orang tua harus menjadi contoh yang baik. Misalnya akan mengajarkan kejujuran, maka jangan mengajarkan anak berbohong.

7. Ingatlah untuk selalu memberikan reward. Lebih baik baik memberikan reward daripada punishment. Kalau anak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, berikan pujian.

8. Nikmati waktu dgn anak. Pandemi ini harus menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan anak.

9. Gali potensi anak karena masing-masing anak itu unik.Agar anak tidak bosan, maka berikan kegiatan yang disukai anak sesuai karakternya.

Nelly memberikan contoh beberapa kegiatan yang bisa dilakukan orang tua Bersama anak, misalnya menonton film favorit dan edukatif, mencoba resep baru dan memasak Bersama, menanam pohon dan memelihara hewan, membuat cerita dan story telling atau berkreasi melalui seni, musik, melukis dan bernyanyi. Jangan lupa b.

Pengurus YOAI, Raden Citra Kudumarojp S.Psi, kegiatan untuk menghindarkan anak dari kejenuhan juga dilakukan di Graha YOAI, yakni rumah singgah untuk pasien kanker anak.

Salah satunya, kegiatan membaca lewat program Jendela Dunia. Di sini pasien kanker anak biasanya didampingi relawan atau dokter residen. Graha YOAI juga menyediakan aneka permainan edukatif dan perlengkapan untuk berkreasi dengan seni.

“Saat ini yang paling digemari anak-anak adalah edumultimedia, yaitu program belajar multimedia. Misalnya melihat materi di Youtube. Sejak pandemi, semua kegiatan ini disesuaikan dengan melakukan banyak pembatasan. Misalnya membatasi relawan dan residen yang mendampingi. Rapid test juga rutin dilakukan dan kami meniadakan kegiatan berkumpul,” jelas Raden.

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓