Sering Mendapat Diskriminasi, Inilah 4 Fakta Mengejutkan dari Penyandang Autis

Imelda Rahma08 Agu 2020, 09:35 WIB
Autis

Fimela.com, Jakarta Semua anak sempurna dengan caranya masing-masing, hal ini tentu juga berlaku bagi mereka, anak-anak penyandang autis. Anak autis bukan berarti lebih rendah dari anak yang normal, hanya saja cara untuk memperlakukannya harus beda, namun keduanya sama-sama spesial, unik, dan juga berharga.

Memang menerima keberadaan anak autis bukan sesuatu yang mudah karena sampai saat ini masih beberapa anak autis masih mengalami tindak diskriminasi karena kondisinya. Hal ini membuat anak autis menjadi terkucil dari lingkungannya hanya karena mereka berbeda dan harus diperlakukan khusus.

Kondisi ini tentu harus dirubah, tidak boleh lagi ada diskriminasi dan anggapan bahwa anak autis adalah anak aneh yang harus dijauhi. Kamu harus tahu bahwa dibalik perbedaan antara anak autis dan anak normal, anak autis ternyata memiliki sejumlah fakta yang mengagumkan serta akan membuatmu terkejut.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 4 fakta mengejutkan dari penyakit autis yang perlu kamu tahu. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengidap Autisme Biasanya Memiliki Daya Ingat yang Tajam

Pengidap Autisme Biasanya Memiliki Daya Ingat yang Tajam
Ilustrasi Pembelajaran Bersama Anak Autis Credit: pexels.com/pixabay

Fakta mengejutkan dari penyandang autis yang pertama ialah mereka memiliki kemampuan daya ingat yang tajam. Orang-orang selalu menganggap remeh serta berpikir bahwa penyandang autis tidak memiliki kelebihan, padahal sudah ada banyak studi maupun bukti yang menunjukkan bahwa mereka memiliki daya ingat yang tajam.

Mereka bahkan bisa mengingat kejadian dimasa lalu dengan sangat spesifik. Meski begitu, mereka nantinya akan merasa kesulitan dalam menghubungkan ingatan tersebut dengan perasaan emosi, seperti senang, sedih atau marah. Mereka pun sulit mengendalikan perasaan, perilaku dan kepribadian dirinya sendiri pada orang lain.

Jika Diasuh dengan Pola yang Benar, Penyandang Autis Biasanya Akan Menjadi Sosok yang Jenius

Jika Diasuh dengan Pola yang Benar, Penyandang Autis Biasanya Akan Menjadi Sosok yang Jenius
Ilustrasi Pola Asuh Penyandang Autis Credit: pexels.com/pixabay

Fakta mengejutkan kedua dari penyandang autis ialah bahwa mereka merupakan anak-anak yang potensial tumbuh menjadi sosok yang jenius. Namun, hal ini menuntut pola asuh yang baik dari kedua orangtua maupun pihak ketiga seperti, dokter dan petugas kesehatan lainnya. Jika diasuh dengan pola yang benar, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi anak yang cerdas.

Beberapa kecerdasan ataupun kepandaian yang bisa diraih oleh penyandang autis contohnya ialah kemampuan dalam bermain musik atau melukis. Anak autis biasanya memiliki daya imajinasi yang luar biasa sehingga apabila bakat tersebut dikembangkan kelak mereka akan tumbuh menjadi orang yang profesional dibidangnya.

Penyandang Autis Lebih Berorientasi Pada Logika Dibanding Emosi

Penyandang Autis Lebih Berorientasi Pada Logika Dibanding Emosi
Ilustrasi Pembelajaran Bersama Anak Autis Credit: pexels.com/pixabay

Fakta mengejutkan yang ketiga dari penyandang autis ialah bahwa mereka lebih berorientasi terhadap logika dibandingkan dengan emosi. Bisa dikatakan bahwa hal ini agak bertolak belakang dari orang normal kebanyakan yang mengambil keputusan berdasarkan emosi. Namun hal ini nampaknya sulit terjadi bagi para penyandang autis.

Dilansir dari penelitian King’s College di Inggris, orang yang berada pada spektrum autisme cenderung lebih mengandalkan logika daripada emosi, terutama saat mengambil keputusan. Karena itu, daripada mengungkapkan emosi, pengidap autisme lebih mempertimbangkan alasan logis dan objektif.

Memiliki Konsentrasi dan Daya Adaptasi yang Tinggi

Memiliki Konsentrasi dan Daya Adaptasi yang Tinggi
Ilustrasi Anak Penyandang Autis Credit: pexels.com/pixabay

Terakhir, fakta mengejutkan dari penyandang autis ialah bahwa mereka memiliki konsentrasi dan daya adaptasi yang tinggi. Pengidap autisme mampu menjaga fokus dan punya konsentrasi tinggi saat melakukan sesuatu. Meski begitu, kadang mereka merasa kesulitan untuk membagi konsentrasi untuk mengerjakan banyak hal sekaligus. Itu sebabnya mereka cepat mengusai hal baru.

Nah, setelah mengetahui fakta-fakta ini tentunya cara pandangmu kini sudah mulai harus berubah. Tidak ada lagi diskriminasi untuk mereka para penyandang autis karena sekalipun mereka berbeda, mereka memiliki kemampuan dan bakat istimewa yang tidak kalah hebat dari orang normal.

Lanjutkan Membaca ↓