Cara Menetapkan Batasan agar Anak Tidak Nakal

Endah Wijayanti08 Agu 2020, 16:02 WIB
membentak

Fimela.com, Jakarta Membuat anak-anak patuh atau menurut tidak selalu mudah. Saat anak dilarang melakukan sesuatu, malah kadang dia makin bandel. Anak jadi susah diatur dan makin nakal.

Orangtua perlu tegas dalam memberi batasan agar perilaku anak bisa lebih terarah. Cara atau metode agar anak bisa lebih penurut ada bermacam-macam. Kali ini kita akan coba bahas cara menetapkan batasan ala pengasuhan Prancis.

Dalam pengasuhan Prancis, ada istilah yang namanya cadre. Mengutip buku Bringing Up Bébé, cadre adalah bingkai atau kerangka kerja, yaitu gambaran visual yang mendeskripsikan pengasuhan Prancis yang ideal: menetapkan batasan tegas untuk anak-anak, tetapi memberi mereka kebebasan seluas-luasnya selama masih dalam lingkup batasan tersebut. Anak-anak sejak dini perlu dilatih dan dididik soal memahami batasan-batasan, ada hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Menetapkan Batasan dengan Mengaitkannya dengan Hak

tantrum
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Dalam menetapkan batasan untuk anak-anak, orangtua Prancis sering mengaitkannya dengan hak. Seperti yang dicontohkan dalam buku Bringing Up Bébé, alih-alih mengatakan, "Jangan memukul Jules," mereka biasanya mengatakan, "Kamu tidak punya hak untuk memukul Jules." Penggunaan frasa yang berbeda bisa mengindikasikan adanya sistem baku terkait hak seseorang yang bisa dijadikan rujukan, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Frasa lain yang sering digunakan adalah, "Aku tidak setuju." Sebagai contoh, saat anak melempar-melempar kacang polong ke lantai, orangtua bisa berkata, "Aku tidak setuju kamu melempar kacang polongmu di lantai." Dalam mengucapkannya orangtua perlu menggunakan nada yang tegas dan melihat langsung ke anak. 

Satu perilaku anak yang kadang membuat orangtua pusing adalah ketika anak menggunakan kata umpatan di setiap kalimatnya. Biasanya semakin dilarang, anak akan semakin nakal untuk terus mengucapkannya. Salah satu siasat untuk mengatasi ini adalah dengan mengatakan, sebagai contoh, "Saat ada orang lain kamu tidak boleh mengucapkan kata itu. Kalau di dalam kamar dan sedang sendirian, kamu boleh mengucapkannya sepuasmu." Setidaknya dengan cara ini anak akan didorong untuk berpikir. Dia akan berpikir bahwa ada batasan-batasan yang perlu ia patuhi. Ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Mengajarkan batasan pada anak supaya perilakunya baik jelas tidak selalu mudah. Orangtua perlu benar-benar sabar dan konsisten dalam mendidik buah hati tercinta.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓