5 Tips Bereksperimen yang Seru agar Anak Tidak Bosan Belajar Sains

Kezia Prasetya Christvidya12 Okt 2020, 16:45 WIB
Diperbarui 12 Okt 2020, 16:45 WIB
sains-kezo

Fimela.com, Jakarta Dalam situasi pandemi seperti yang terjadi sekarang ini, sekolah-sekolah memberikan kebijakan muridnya boleh belajar di rumah dengan sistem daring. Tentu saja hal ini akan membuat anak menjadi mudah bosan, karena tidak bertemu dengan teman-temannya saat sekolah.

Belajar secara daring juga bisa membuat anak kecanduan bermain gadget. Untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget dan menghindari rasa bosan karena belajar di rumah, Mom bisa mengajak anak bereksperimen sambil belajar sains.

Sains merupakan sebuah ilmu pengetahuan alam, yang bisa dipelajari dengan membuat eksperimen dengan bahan-bahan sederhana. Berikut tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains, dilansir dari Liputan6.com:

Membuat Telur Mengambang di Air

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Syda Productions/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Syda Productions/shutterstock

Tips bereksperimen yang pertama yaitu membuat telur mengambang di atas air. Eksperimen yang satu ini sangat seru dan mudah, sehingga anak tidak akan bosan saat belajar sains.

Instruksi yang harus dilakukan:

  1. Langkah pertama tuangkan air ke dalam gelas hingga setengah penuh.
  2. Tambahkan garam sekitar 6 sendok makan ke dalam air.
  3. Tuangkan lagi air biasa dengan hati-hati sampai gelas hampir penuh, usahakan agar air asin dan air biasa tidak tercampur.
  4. Kemudian masukkan telur ke dalam air dan telur akan mengambang.

Menurut pelajaran sains, air yang sudah dicampur dengan garam, memiliki tekstur yang lebih padat daripada air biasa. Cairan yang memiliki tekstur semakin padat, bisa membuat benda menjadi mengapung. Seperti telur yang dicelupkan dari air tersebut, telur akan terus mengapung hingga batas air asin.

Melelehkan Cokelat

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Oksana Kuzmina/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Oksana Kuzmina/shutterstock

Melelehkan cokelat adalah hal yang biasa dilakukan pada saat membuat adonan kue. Namun ternyata melelehkan cokelat ini termasuk eksperimen yang bisa dilakukan anak-anak dalam mempelajari sains. Saat melelehkan cokelat, anak akan belajar tentang ilmu penghantar panas.

Instruksi yang harus dilakukan:

  1. Langkah pertama letakkan sepotong cokelat di atas piring kertas dan letakkan di luar di tempat teduh.
  2. Kemudian catat lamanya waktu untuk melelehkan cokelat atau catat tentang tekstur cokelat setelah 10 menit.
  3. Ulangi proses dengan memotong cokelat di atas piring yang diletakkan di bawah sinar matahari. Kemudian catat hasilnya seperti langkah nomor 2.
  4. Kamu juga bisa mencoba meletakkan potongan cokelat di tempat lain dengan alat lain, kemudian catat juga hasilnya.

Melakukan perbandingan melelehkan cokelat dengan meletakkan cokelat di beberapa media, bisa membuat anak mengetahui dan belajar tentang penghantar panas yang baik, dan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghantarkan panas.

Mencampur Minyak dengan Air

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Makistock/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Makistock/shutterstock

Eksperimen seru yang selanjutnya adalah mencampurkan minyak dengan air. Saat melakukan eksperimen ini, anak akan belajar sains tentang benda-benda cair dan campuran zat cair yang tidak dapat disatukan. Eksperimen ini tentu saja akan membuat anak tertarik dan tidak mudah bosan saat belajar sains.

Instruksi yang harus dilakukan:

 

  1. Tuangkan beberapa tetes pewarna makanan ke dalam air.
  2. Lalu tuangkan 2 sendok makan air berwarna dan 2 sendok makan minyak goreng ke dalam botol yang berukuran kecil.
  3. Tutup botol dengan erat dan kocok dengan kuat.
  4. Setelah itu perhatikan air yang ada di dalam botol. Cairan tersebut tidak tercampur dan minyak melayang ke atas.

Minyak memiliki kepadatan yang lebih rendah daripada air, sehingga minyak tidak akan menyatu dengan air. Yang bisa menyatukan minyak dengan air hanyalah sabun, karena sabun bisa membentuk emulsi yang bisa berguna saat mencuci peralatan dapur yang berminyak.

 

Membuat Pasir Anti Air

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Billion Photos/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Billion Photos/shutterstock

Pasir anti air merupakan sebuah eksperimen sains yang menyenangkan. Karena ketika pasir anti air ini diambil dari air, pasir ini akan tetap kering dan teksturnya tetap seperti pasir tidak lengket. Pasir anti air ini memiliki lapisan senyawa hidrofobik yang membuat butiran pasir melekat dengan pasir lainnya, lalu pasir akan membentuk silinder ketika terkena air.

 

Instruksi yang harus dilakukan:

  1. Isi wadah dengan 3/4 air.
  2. Lalu tuangkan pasir ajaib atau pasir anti air.
  3. Tambahkan air lagi ke dalam wadah, lalu sentuh pasir tersebut dan pasir akan tetap kering.

Pasir ajaib ini memiliki tekstur dan kandungan serta lapisan yang hampir sama dengan minyak. Sehingga pasir anti air ini tidak akan basah atau lengket jika terkena air. Eksperimen ini hampir sama dengan air yang tidak bisa dicampur dengan minyak.

Membuat Letusan Gunung

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Evgenyrychko/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Evgenyrychko/shutterstock

Eksperimen seru yang terakhir adalah membuat letusan gunung. Eksperimen tentu saja tidak akan membuat anak bosan saat belajar sains. Karena anak akan belajar tentang campuran-campuran zat kimia yang jika disatukan akan meledak.

 

Instruksi yang harus dilakukan:

  1. Tuang beberapa sendok soda kue ke dalam baskom.
  2. Tambahkan cuka ke atas soda kue. Lalu lihat apa yang terjadi.

Soda kue dan cuka memiliki senyawa yang berbeda. Soda kue ini memiliki senyawa basa dan cuka adalah asam. Jika kedua bahan ini disatukan, maka akan memunculkan reaksi asam karbonat yang tidak stabil dan terpecah menjadi air dan karbon dioksida.

Lanjutkan Membaca ↓