Bukan karena Manja, Ini 4 Alasan Ibu Rumah Tangga Kadang Merasa Kesepian

Endah Wijayanti20 Okt 2020, 07:45 WIB
Diperbarui 20 Okt 2020, 07:45 WIB
baby blues

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya hak menentukan pilihan terbaik dalam hidupnya. Setelah menikah, ada yang memilih untuk tetap bekerja atau berkarier. Ada juga yang memilih untuk fokus menjadi ibu rumah tangga. Pastinya setiap pilihan punya pertimbangan masing-masing sesuai dengan prioritas yang ada.

Bagi yang memutuskan untuk fokus menjadi ibu rumah tangga tanpa berkarier atau bekerja di luar rumah, kadang ada perasaan kesepian yang menghampiri. Peraaan kesepian ini bukan karena seorang ibu rumah tangga terlalu manja dan butuh lebih banyak perhatian. Perasaan kesepian yang hadir bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini. Serta pastinya banyak ibu rumah tangga lainnya yang merasakan hal yang sama.

1. Berkurangnya Interaksi Sosial

Manusia adalah makhluk sosial dan bersosialisasi sangatlah penting. Saat suami pergi bekerja dan kita disibukkan oleh berbagai pekerjaan rumah tangga serta menghabiskan sebagian besar waktu dengan anak saja, interaksi sosial bisa terasa makin sempit. Karena kesibukan dan berbagai keadaan, kita makin sulit bertemu teman atau sekadar mengobrol dengan orang-orang terdekat kita seperti dulu. Berkurangnya interaksi sosial ini bisa membuat kita merasa kesepian.

2. Melakukan Banyak Hal Sendirian

Ini biasanya kerap dialami oleh para ibu rumah tangga yang mengurus semua urusan rumah tangga sendirian. Tanpa ada ART atau kerabat yang membantu di rumah. Melakukan banyak hal sendirian bisa cukup menguras energi. Tak hanya menguras energi fisik tetapi juga energi psikis. Kondisi mental kita bisa ikut menurun dan memburuk saat harus menghadapi semua tekanan di rumah seorang diri. Semua energi yang kita punya kita pakai untuk berbagai urusan di rumah, dan hal ini bisa membuat kita merasa begitu kesepian.

3. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

baby blues
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Lopolo

Karena jarang bisa keluar rumah atau bertatap muka dengan sahabat atau kerabat, biasanya pelariannya adalah dengan rutin mengecek media sosial. Tak ada yang salah dengan tetap aktif di media sosial. Hanya saja masalahnya jika kita malah terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain melalui semua hal yang kita lihat di media sosial, bisa-bisa kita akan merasa makin rendah diri. Orang-orang di luar sana seakan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan kita. Padahal yang kita lihat bisa jadi hanya permukaan dari suatu hal saja. Kalau kebiasaan membandingkan diri makin tak sehat, yang terjadi adalah kita hanya akan merasa makin terkucilkan dan kesepian.

4. Dituntut Serba Sempurna

Perasaan bersalah karena belum bisa menjadi ibu yang sempurna menghadirkan kesedihan dan rasa kesepian tersendiri. Begitu banyak hal yang kita inginkan untuk bisa berjalan lancar dan baik. Namun, ternyata ada hal-hal yang terjadi luar ekspektasi kita. Walau tak mudah, kita memang perlu berusaha untuk bisa menenangkan diri di kala perasaan bersalah itu muncul. "Mari merasa bersalah, tetapi terus melanjutkan hidup," kata Danièle Laufer, jurnalis Prancis sekaligus salah satu penulis buku berjudul Ibu Sempurna itu Anda (La Mere Parfaite, C'est Vous). Dia pun menambahkan, "Tidak ada ibu yang sempurna." Ya, tidak ada ibu yang benar-benar sempurna. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin menjalani peran kita agar bisa lebih bermakna untuk orang-orang tercinta.

Walau ada hari-hari berat yang harus dilalui dan dijalani, tetap semangat jalani semua ya, moms. Jika banyak hal terasa berat untuk dirasakan dan dilalui sendiri, tak apa untuk meminta bantuan kepada orang terpercaya. Semoga semua lelahmu berakhir dengan indah.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓