5 Kondisi yang Rentan Menyebabkan Keguguran Pada Ibu Hamil

Imelda Rahma27 Okt 2020, 11:15 WIB
Diperbarui 27 Okt 2020, 11:15 WIB
Pregnant

Fimela.com, Jakarta Masa kehamilan adalah masa yang sangat rentan dan maka dari itu perlu perhatian dan kehati-hatian yang ekstra. Sedikit saja ada masalah, maka kandungan akan menjadi taruhannya. Itulah mengapa seorang perempuan data dalam kondisi hamil tidak boleh melakukan aktivitas yang berat atau berada pada kondisi yang tidak nyaman karena apa yang dirasakan juga akan berdampak pada janin yang tengah dikandung.

Selama masa kehamilan, pasti ibu hamil dituntut untuk lebih banyak istirahat agar kandungan senantiasa terjaga. Namun, hal itu ternyata juga tidak cukup. Tidak hanya aktivitas berat saja yang perlu dihindari tetapi juga hal lain yang bersifat non-fisik juga perlu dihindari, misalnya terlalu banyak beban pikiran yang bisa memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin didalamnya.

Selain itu, selama masa kehamilan, ibu hamil tidak diperkenankan untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat mengancam keselamatan kandungan. Gaya hidup selama masa kehamilan harus diubah demi keamanan bayi yang dikandung. Jangan sampai ada bahaya yang bisa menyebabkan keguguran.

Nah, maka dari itu, sebagai ibu hamil kamu perlu tahu kondisi-kondisi apa saja yang menyebabkan keguguran bisa terjadi. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 5 kondisi yang rentan menyebabkan keguguran pada ibu hamil. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tingkat Stres yang Tinggi

Tingkat Stres yang Tinggi
Ilustrasi Tingkat Stres yang Tinggi Credit: unslash.com/Vladislav

Kondisi pertama yang dapat menyebabkan kerentanan ibu hamil mengalami keguguran ialah tingkat stres yang tinggi. Stres yang dialami saat masa kehamilan bisa menyebabkan ketidakseimbangan homonal yang membuat kondisi janin melemah. 

Terkadang stres bisa diakibatkan oleh kelelahan karena beragam aktivitas yang dapat mengganggu kesehatan janin. Adapula yang stres akibat rutinitas pekerjaan. Ibu hamil yang terlalu kelelahan dan stres bisa membuat kondisi pembuluh darah mengecil. Oksigen dan darah yang disuplai pun terganggu, sehingga menyebabkan imunitas tubuh menurun. Hal seperti ini bisa menyebabkan masuknya virus yang berbahaya bagi kehamilan.

Lingkungan yang Tercemar

Lingkungan yang Tercemar
Ilustrasi Merokok Credit: unsplash.com/Andres

Selain tingkat stres yang tinggi, lingkungan yang tidak bersih dan tercemar juga bisa menyebabkan ibu hamil rentang mengalami keguguran karena kondisi tersebut tidak mendukung dan justru membahayakan kesehatan ibu hamil.

Contoh lingkungan yang tercemar adalah lingkungan yang pebuh dengan polusi dan asap. Jika terhirup, maka tidak hanya akan membahayakan ibu hamil tetapi juga janin yang dikandung akan ikut terkena dampak sampai mengalami keguguran. Ketahui juga ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan risiko keguguran seperti racun dan bahan kimia. Mulai dari formaldehid, benzena, etilen oksida dan radiasi gas anestesi dianggap berbahaya.

Adanya Infeksi yang Menyerang

Adanya Infeksi yang Menyerang
Ilustrasi Perawatan Medis Credit: unsplash.com/Olga

Berikutnya, kondisi lainnya yang memocu kerentanan keguguran pada kehamilan ialah adanya infeksi yang menyerang alat reproduksi sehingga mengganggu kesehatan janin dan bisa menyebabkan keguguran.

Perlu diketahui jika terdapat infeksi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran adalah rubella dan toksoplasma. Ada baiknya untuk pencegahan, ibu hamil sering memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin sehingga dapat menghindari risiko infeksi atau faktor-faktor lainnya yang dapat membahayakan kehamilan.

Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya Hidup yang Tidak Sehat
Ilustrasi Mengonsumsi Kafein Credit: unsplash.com/Christina

Kemudian, kondisi lainnya yang juga menyebabkan keguguran ialah gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa membahayakan kehamilan hingga menyebabkan keguguran.

Hal ini dikarenakan pembuluh darah bisa mengalami kerusakan. Selain itu janin tidak bisa berkembang dengan baik karena kurang mendapatkan makanan dan oksigen cukup. Inilah yang membuat asupan nutrisi untuk janin di dalam kandungan jadi terganggu.

Asupan yang masuk ke dalam perut ibu hamil perlu diperhatikan dan tidak boleh sembarang makanan atau zat-zat mudah masuk begitu saja. Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil bisa merubah gaya hidup agar jauh lebih sehat.

Faktor Usia Ibu Hamil

Faktor Usia Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: unsplash.com/Camilla

Terakhir, kondisi kelima yang menyebabkan kerentanan ibu hamil mengalami keguguran ialah faktor usia pada saat mengandung. Frekuensi terjadinya keguguran meningkat pada ibu hamil dengan usia yang lebih tua. Faktor pendukung yang memengaruhi tingkat keguguran karena usia pun sangat beragam. Di usia yang tua, kondisi fisik akan semakin menurun seiring berjalannya waktu.

Kelainan kromosom di usia yang sudah tidak lagi muda bisa saja terjadi ketika kehamilan, sehingga memungkinkan untuk mengalami keguguran. Maka dari itu, ada baiknya jika keinginan untuk memiliki atau menambah momongan juga tetap memerhatikan faktor usia.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by