3 Tanda Kebiasaan Media Sosial Anak telah Menjadi Toxic

Annissa Wulan16 Nov 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 16 Nov 2020, 09:00 WIB
ilustrasi anak dan gadget/pexels

Fimela.com, Jakarta Media sosial bisa menjadi tempat yang paling baik, juga buruk, terutama bagi anak. Peningkatan penggunaan media sosial seringkali membuat orang lebih terisolasi.

Dampak media sosial bagi anak cukup nyata. Menurut penelitian, anak menjadi lebih sulit tidur, rendah diri, dan mengalami peningkatan rasa cemas. Dilansir dari purewow.com, berikut ini adalah beberapa tanda kebiasaan media sosial anak telah menjadi toxic.

1. Anak hanya memiliki pencapaian digital

Memiliki pencapaian digital bisa menjadi hal yang baik, terutama jika anak menggunakannya sebagai alat berbuat baik. Tapi jika semua perayaan berputar sekitar dunia digital, maka ini bisa menjadi pertanda anak menghargai pengalaman digital mereka lebih dari pengalaman di kehidupan nyata.

2. Anak banyak membandingkan

Gadget Anak
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Anak yang masih berkembang dan mencoba mencari tahu siapa mereka jika terus menerus membandingkan diri mereka dengan teman-teman sebaya, ini bisa berbahaya. Ini dikaitkan dengan harga diri yang rendah dan masalah kesehatan mental.

3. Unggahan anak sangat berbeda dari kehidupan nyata

Gadget Anak
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Jika anak terus menerus membandingkan dirinya dengan orang lain, kemungkinan besar mereka akan membuat gambaran akan diri mereka sendiri yang sangat berbeda. Ini bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak senang dengan diri mereka yang sebenarnya.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓