Gemasnya Seorang Ayah Membawa Putrinya Ke Toilet Umum Perempuan

Anisha Saktian Putri03 Des 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 03 Des 2020, 12:00 WIB
Hari Ayah

Fimela.com, Jakarta Seorang ayah yang juga blogger, Muhammed Nitoto membagikan postingan yang menyentuh hati tentang keputusannya membawa putrnya ke toilet perempuan. 

Nitoto pun baru-baru ini membagikan foto manis dirinya, sebagai seorang ayah dengan salah satu dari dua putrinya memasuki toilet umum. 

"Sebagai seorang ayah yang keluar dengan putrinya, saya tidak pernah berpikir bahwa kamar mandi akan menjadi masalah sebesar ini. Biasanya kami akan pergi tempat yang memiliki kamar mandi keluarga, tetapi kini berbeda. Para ayah dibiarkan memutuskan antara membawa putri mereka ke kamar mandi pria atau perempuan,” tulisnya pada postingan tersebut. 

Dengan bangganya, ia menceritakan bahwa ketika dia tidak dapat menemukan toilet keluarga, dia melakukan apa yang kebanyakan pria akan lakukan, yaitu membawa anak perempuanya ke toliet pria. 

"Sekarang saya sudah jutaan kali ke kamar mandi pria, tetapi masuk dengan putrimu membuat melihatnya sangat berbeda, Kamar mandi pria menjijikan. Baunya seperti kencing, dan tidak ada pengaturan untuk perempuan atau orang yang memiliki anak. Meja ganti terletak tepat di sebelah urinoir yang berarti anak saya secara harfiah akan berada di sebelah tempat pria kencing Belum lagi ada pria yang keluar masuk saat berada di sana,” ujarnya. 

Memikirkan hal tersebut, Nitoto memutuskan dia tidak akan melakukannya lagi. Sebaliknya, dia memutuskan untuk membawa anak perempuannya ke toilet perempuan. 

Ia mengatakan, anak-anaknya terlalu muda untuk pergi sendiri jadi dirinnya harus pergi bersama anak-anaknya. Tentu Nintoto pun menerapakan sopan santun sebelum masuk toilet perempuan, seperti mengetuk pintu sebelum masuk dan mengumumkan dirinya sedang berada di toilet, hal ini dilakukan agar pengguna toilet lainnya merasa nyaman dan tidak terganggu.

"Saya mencoba untuk menghormati perempuan sebisa saya. Jika seseorang ada di dalam, dia memastikan mereka tahu "seorang ayah akan datang dengan putrinya," saya akan berbicara seperti itu,” ujarnya. 

"Sekarang setelah di dalam bilik, saya masih menyadari pintunya, dan setiap kali mendengar terbuka dan ada orang baru yang masuk, saya mengumumkan diri saya lagi dan memastikan mereka tahu saya di dalam bersama anak sehingga mereka tidak terkejut, "lanjut Nitoto.

Komentar orang lain

Nitoto mengatakan, toilet perempuan jauh lebih bersih. Sebagai seorang ayah perempuan, ia ingin memnerikan perlindungan 100 persen pada anaknya, termasuk soal toilet.

Para komentator sangat memuji keputusan Nitoto.

"Saya pikir itu luar biasa dan Nitoto melakukannya dengan cara yang benar dan sangat hormat," tulis seseorang.

Dan seorang rekan ayah menulis, "Saya pernah mengalami masalah ini sebelumnya. Saya setuju 100 persen. Kamar mandi pria terlalu kotor bagi anak perempuan untuk menggunakannya, jadi  hanya membawa pispot portabel ke dalam mobil, dan ketika mereka perlu pergi, saya hanya akan membawa mereka ke mobil. Tapi tidak pernah terpikir untuk pergi ke kamar mandi perempuan, "

Yang lain berbagi, "Lindungi putrimu. Secara global, kami masih menganggap ayah bukanlah orang tua yang aktif. Jika tidak, kami akan menjadikannya praktik universal untuk memastikan semua ruang (yang diperuntukkan bagi keluarga) memiliki toilet keluarga,” 

Lalu, "Saya memuji perspektifmu. Ayah perempuan yang hebat!"

Posting Nitoto menunjukkan seberapa banyak pekerjaan yang masih perlu dilakukan. Namun, juga menggembirakan melihat para ayah melakukan yang terbaik dari situasi yang kurang ideal, semuanya atas nama yang terbaik untuk anak mereka. 

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela