Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Motorik dan Otak Anak, Berikut Daftar Makanan yang Harus Dikonsumsi

Anisha Saktian Putri22 Des 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 08 Jan 2021, 18:23 WIB
Anak/dok. Danone

ringkasan

  • Data Riskesdas 2018 menyatakan satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia
  • Jika tidak ditangani, kekurangan zat besi dapat membuat Generasi Emas Indonesia tidak tumbuh secara optimal dan menghambatmimpi bangsa untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahun Indonesia di tahun 2045
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Data Riskesdas 2018 menyatakan satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia, di mana 50-60% kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Jika tidak ditangani, kekurangan zat besi dapat membuat Generasi Emas Indonesia tidak tumbuh secara optimal dan menghambatmimpi bangsa untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahun Indonesia di tahun 2045.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ketua Departemen Ilmu Gizi Klinik FKUI, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK mengatakan kekurangan zat besi adalah kondisi ketika kadar ketersediaan zat besi dalam tubuh lebih sedikit dari kebutuhan harian.

Sebagai bagian dari hemoglobin, fungsi utama zat besi adalahmengantarkan oksigen dari paru-paru untuk digunakan oleh bagian-bagian dalam tubuh anak.

"Tanpa zat besi, organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak baik secara kognitif, fisik, hingga sosial," ujarnya dalam Webinar Danone.

Menghambat Konsentrasi

Anak/dok. Danone
Anak/dok. Danone

Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.  menjelaskan, kekurangan zat besi tidak hanya memiliki dampak bagi pertumbuhan, tetapi juga pada perkembangan anak. Kondisi ini menghambat kemampuan anak untuk berkonsentrasi.

Padahal jika konsentrasi tidak optimal, maka daya tangkap anak menurun, daya ingatnya kurang optimal, dan rentan mengalami masalah kognitif lain seperti kesulitan menganalisa dan mengambil kesimpulan, sulit memecahkan masalah, dan kurang kreatif. Kelak saat memasuki usia sekolah, ia rentan mengalami kesulitan belajar dan saat dewasa rentan jadi sulit bersaing di dunia kerja.

"Hambatan ini nantinya juga dapat membuat anak menjadi tidak percaya diri,murung, dan sulit bersosialisasi. Oleh karenanya, menjadi penting bagi orang tua untuk memastikan kebutuhan gizi harian anak terpenuhi, serta senantiasa memberikan stimulasi yang tepat untuk bisa mendorong pertumbuhan anak menjadi anak generasi maju yang berpikir cepat, tumbuh tinggi, tangguh, aktif bersosialisasi, dan percaya diri," ujar Psikolog, Anna.

Makan kaya akan zat besi

Anak/dok. Danone
Anak/dok. Danone

dr. Nurul juga menyarankan agar si kecil diberikan makan-makanan kaya akan zat besi untuk mencegah gangguan serius pada kesehatan anak.

Zat besi bisa didapatkan dari hewani, seperti daging merah, hati, ikan, ayam, kuning telur, udang, dan tiram. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan asupan vitamin C pada anak karena vitamin tersebut membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik, misalnya jeruk, stroberi, tomat, dan brokoli, dan sebaiknya dimakan bersama dengan makanan yang kaya zat besi untuk mengoptimalkan penyerapan. Serta berikan si kecil sayuran.

"Tambahkan pula makanan dan minuman yangdifortifikasi zat besi dan vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak,” tambah dr. Nurul.

Untuk mengetahui lebih lanjur mengenai zat besi untuk anak, Danone Specialized Nutrition Indonesia juga menyediakan sebuah platform daring untuk membantu orang tua bisa melakukan tes risiko terjadinya kekurangan zat besi pada si Kecil melalui fitur di dalam situs www.generasimaju.co.id. Pada situs ini, orang tua juga dapat menemukan serangkaian artikel terkait topik nutrisi termasuk kekurangan zat besi dan bagaimana cara mengatasinya, serta berbagai artikel mengenai tips untuk mendukung anak menjadi Anak Generasi Maju.

“Fitur ini diharapkan dapat membantu orang tua mendeteksikekurangan zat besi pada anak sejak dini dan bagaimana stimulasi yang perlu dilakukan agardapat mendukung mereka menjadi generasi maju,” ujar Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin.

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 22 JUNI 2021