Tanda-Tanda Bayi Kuning dan Tahu Kapan Harus ke Dokter

Anisha Saktian Putri27 Des 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 27 Des 2020, 12:00 WIB
Bayi

Fimela.com, Jakarta Banyak kekhatiwaran yang terjadi pada orangtua mengenai kondisi kesehatan anaknya, apalagi ketika lahir kulit kondisi bayi kuning kerap terjadi.

Mengapa terjadi kondisi demikian? Melansir Mayoclinic, kondisi bayi kuning adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Penyakit kuning bayi terjadi karena darah bayi mengandung kelebihan bilirubin, pigmen kuning pada sel darah merah. Kondisi ini disebut dengan jaundice atau penyakit kuning pada bayi.

Kondisi ini umum terjadi, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan beberapa bayi yang diberi ASI. Biasanya terjadi karena hati bayi tidak cukup matang untuk membuang bilirubin dalam aliran darah.

Tanda bayi kuning yang normal ialah sebagian besar bayi yang lahir antara usia kehamilan 35 minggu dan cukup bulan tidak memerlukan perawatan untuk penyakit kuning.

Jaundice bisa hilang dengan sendirinya atau dengan pengobatan ringan selama satu atau dua minggu. Atau, juga bisa membutuhkan waktu sampai dua bulan pada bayi prematur.

Namun, penyakit kuning juga bisa menjadi penyakit yang lebih serius, dalam kasus yang sangat jarang.

Penyakit jaundice yang berat atau yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan otak yang disebut dengan kernikterus. Hal ini dapat menyebabkan masalah seumur hidup yang serius.

Gejala bayi kuning

bayi menangis
Ilustrasi bayi menangis./Copyright shutterstock.com/g/chomnancoffee

Menguningnya kulit dan bagian putih mata, tanda utama penyakit kuning pada bayi. Biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

Warna kulit bayi akan menguning, pertama akan dimulai dari wajah, kemudian dada, perut, dan kaki.

Untuk memeriksa penyakit kuning pada bayi, tekan perlahan dahi atau hidung bayi. Jika kulit tampak kuning di bagian yang ditekan, kemungkinan bayi mengalami penyakit kuning ringan.

Jika bayi tidak mengidap penyakit kuning, warna kulit akan terlihat sedikit lebih terang dari warna normalnya untuk sesaat.

Periksa bayi dalam kondisi pencahayaan yang baik, sebaiknya di siang hari.

Selain itu, urine berwarna hitam atau kuning pekat danfeses bayi berwarna pucat padahal seharusnya kekuningan menuju oranye.

Kapan harus membawa bayi ke dokter? Kulit bayi berubah menjadi sangat kuning, Pertumbuhan bayi tidak mengalami peningkatan (berat dan tinggi badan) atau tidak mau menyusu.

Bayi menangis dengan nada yang tinggi serta melengking. Bayi kuning berlangsung selama lebih dari 3 minggu.

Kondisi yang parah dan tidak ditangani secara cepat, dapat mengakibatkan bayi mengalami berbagai kondisi lain. Bilirubin yang terlalu banyak jumlahnya di dalam tubuh bisa meracuni otak bayi.

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓