Tantangan Berbagi Hak Asuh di Masa Pandemi, Perempuan Ini Bisa Jalin Hubungan Baik Lagi dengan Mantan Suami

Annissa Wulan07 Jan 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 07 Jan 2021, 15:00 WIB
Ilustrasi anak

Fimela.com, Jakarta Mengingat bulan Maret, saat COVID-19 melanda dan menutup seluruh sekolah di California, Natasha Caleel menghadapi tantangan tidak terduga terkait keluarga. Saat internet diramaikan dengan meme dan postingan tentang pembelajaran jarak jauh, banyak rekan orangtua sepertinya panik, karena mereka segera menyadari mereka tidak lagi memiliki sekolah sebagai penyangga dan tingkat pemisahan antar rumah tangga.

Natasha baru saja menikah lagi dan saat ini harus mencampurkan keluarga dengan suami barunya untuk mengasuh 3 anak dari hubungan pernikahan sebelumnya. Natasha berbagi 50% hak asuh anak perempuannya dengan mantan suaminya yang melibatkan banyak penjadwalan, beberapa kompromi, dan orang lain yang terlibat.

Di California, ada sekolah yang tutup karena kebakaran, banjir, dan bencana alam lainnya, namun biasanya sekolah tersebut buka kembali dalam beberapa minggu. Tidak ada yang mengira anak-anak akan tinggal di rumah dalam waktu yang lama, sesuatu yang baru bagi Natasha sendiri, suami, dan keluarga barunya, yang juga harus berkompromi dengan mantan suami Natasha.

Sebelumnya, Natasha dan mantan suaminya sering mengantar dan menjemput putri mereka di sekolah, yang berarti Natasha bisa pergi berminggu-minggu tanpa alasan untuk bertemu dengan mantan suaminya. Terkadang ada acara sekolah atau perubahan dalam jadwal ketika mereka harus mengantar putrinya di luar jam sekolah, namun hari-hari itu sangat sedikit.

Sudah lama sekali Natasha tidak bertemu dengan mantan suaminya secara teratur. Sejak perceraian mereka, keduanya selalu menjadi orangtua bersama, namun terombang ambing antara menjadi teman baik dan tidak banyak bicara.

Ketika Natasha dan mantan suaminya pertama kali berpisah, sangat menantang untuk memikirkan bagaimana membuat hubungan tersebut tetap berjalan dengan baik, dengan adanya 2 rumah tangga dan jadwal hak asuh yang baru. Mereka masing-masing memiliki pandangan berbeda tentang mengasuh anak, waktu tidur, disiplin, dan makanan, serta terus bersaing untuk menjadi orangtua dan keluarga yang lebih baik.

 

 

Tantangan di masa-masa awal pandemi yang dirasakan oleh Natasha

Ilustrasi anak
Ilustrasi anak. Sumber foto: unsplash.com/Marisa Howenstine.

Akhirnya, keduanya dapat mengesampingkan ego masing-masing dan bersatu untuk menciptakan beberapa kesinambungan bagi putri mereka. Butuh waktu beberapa saat bagi keduanya mengatasi kebutuhan masing-masing, ditambah lagi dengan adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan pembelajaran jarak jauh.

Natasha melakukan banyak diskusi tentang apakah mereka melakukan pengasuhan yang benar. Anak-anak suaminya yang lebih tua memiliki tugas sekolah yang harus diselesaikan.

Mantan suaminya seringkali ingin mengkritik apa yang Natasha lakukan, membuat semua orang merasa gelisah dan stres. Natasha memiliki 2 keluarga dan 3 rumah tangga untuk dipertimbangkan, sehingga rasanya penting untuknya memastikan semua orang berada di halaman yang sama.

Ketika Natasha berbicara dengan rekan orangtua lainnya, ia menyadari bahwa kekhawatiran yang dirasakannya juga dialami oleh orang lain. Masalahnya lebih kecil dibanding masalah lain yang lebih serius untuk diatasi.

Ada orangtua yang menggunakan COVID-19 sebagai pengaruh dalam pertempuran hak asuh, orangtua tidak bisa mengambil cuti dari pekerjaan penting, orangtua kehilangan pekerjaan sama sekali, atau yang lebih buruk, orangtua yang mengkhawatirkan penelantaran dan pelecehan. Ini adalah saat yang menantang bagi semua orang.

Setelah beberapa saat, keadaan memang terasa lebih mudah bagi Natasha dan mantan suaminya. Mereka berinteraksi secara teratur, karena keduanya menyadari mereka dalam keadaan yang sama, mau tidak mau, pilihannya adalah memanfaatkannya sebaik mungkin.

Natasha dan keluarga barunya bisa menjalin hubungan baik dengan mantan suaminya

Ilustrasi anak
Ilustrasi anak. Sumber foto: unsplash.com/Marisa Howenstine.

Mereka sesekali makan malam, menghabiskan waktu bersama sang putri, dan bahkan memotong rambutnya di halaman belakang rumah mereka beberapa kali. Ada tingkat kepercayaan tertentu yagn perlu dicapai untuk bisa melakukan hal-hal tersebut.

Sekarang, Natasha dan mantan suaminya masih bergaul dengan baik. Semua orang telah belajar menjalani hidup dengan kecepatan yang sangat berbeda.

Mereka masih terus berkomuikasi sebagai teman dan bahkan berbagi lelucon atau sekedar duduk bersama untuk minum kopi. Mantan suaminya adalah tamu yang disambut di rumah Natasha, meskipun ia tidak lagi datang secara teratur.

Suami Natasha sendiri adalah pendukung kuat di sini dan selalu memperlakukan mantan suaminya dengan hormat. Hidupnya berantakan dan rumit, namun Natasha tidak pernah merasa lebih bahagia daripada saat ini.

Anak-anak mereka dibesarkan di 3 rumah berbeda yang penuh kasih dan sangat beruntung karena memiliki banyak teladan positif dalam hidup mereka. Ada yang mengalami hal yang sama?

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓