Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula

Anisha Saktian Putri10 Jan 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 10 Jan 2021, 08:00 WIB
susu formula

Fimela.com, Jakarta Kita semua tahu jika susu akan bermanfaat bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Saat bayi berusia 0 – 12 bulan, asupan kalsium didapatkan dari air susu ibu (ASI). Menginjak usia 1 atau 2 tahun, anak sudah mulai diberikan susu sapi atau susu formula. 

Sayangnya, ada beberapa bayi tidak cocok mengonsumsi susu formula. Apa saja tanda yang bisa muncul kalau bayi tidak cocok minum susu formula? Hal tersebut bisa terjadi karena anak alergi atau memiliki intoleransi laktosa.

Jika anak alergi susu formula, akan timbul tanda seperti:

Masalah pencernaan, seperti sakit perut, muntah, kolik, diare, konstipasi, hingga kadang buang air besar berdarah

Reaksi terhadap kulit, seperti ruam merah dan gatal, atau pembengkakan pada bibir, wajah, dan sekitar mata

Gejala alergi seperti pilek

Eksim yang tidak membaik dengan pengobatan

Gangguan pernapasan, seperti napas berbunyi mengi, batuk, dan sesak napas

Reaksi anafilaksis yang butuh penanganan medis segera

 

Jika anak intoleransi laktosa akan timbul tanda seperti:

botol susu
Botol susu bayi wajib bersih dan higienis/copyright: unsplash/rainier ridao

Diare parah

Muntah

Kram atau nyeri di perut

Kembung

Gejala-gejala di atas bisa muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah minum susu formula.

Agar tepat dalam menyikapi ciri-ciri bayi tidak cocok formula, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan, melansir Alodokter

1. Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terkait penggantian produk susu formula yang lebih cocok untuk Si Kecil, jika Si Kecil memang tidak ada pilihan lain selain susu formula.

2. Jangan memberi susu formula jenis apa pun, termasuk yang berbahan dasar kedelai, kepada Si Kecil tanpa mendapatkan saran medis terlebih dahulu. Melakukan diet bebas susu atau produk olahan susu apabila Anda masih memberikan ASI kepada Si Kecil.

3. Jika Si Kecil tidak cocok dengan susu formula karena intoleransi laktosa, bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:

4. Hindari atau batasi semua produk susu dan makanan yang mengandung laktosa. Periksa label makanan saat belanja untuk memastikan tidak terdapat kandungan laktosa atau susu.

5. Berikan kepada Si Kecil produk susu yang bebas laktosa.Perhatikan apakah terjadi gejala intoleransi laktosa saat memberikan makanan baru kepada Si Kecil.

6. Lengkapi makanan pendamping ASI Si Kecil dengan sumber kalsium, seperti sayuran hijau, jus buah, tahu, brokoli, salmon, dan buah jeruk sebagai pengganti asupan kalsium dari susu.

7. Jangan lupa untuk melengkapi pula makanan Si Kecil dengan vitamin dan mineral lainnya, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin D, dan fosfor.

Lanjutkan Membaca ↓