Sambut Hari Anak Nasional, Ini 12 Hak Anak yang Harus Diketahui dan Dipenuhi

Baiq Nurul Nahdiat21 Jul 2021, 09:15 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 09:21 WIB
anak kecil bahagia

Fimela.com, Jakarta Memperingati Hari Anak Nasional yang tepatnya jatuh pada tanggal 23 Juli, semestinya ini tak hanya diperingati secara simbolik semata. Lebih dari itu, anak-anak juga harus dipenuhi kebutuhannya dalam aspek pendidikan, politik, kebebesam berbicara, keamanan dan sebagainya.

Konvensi PBB tentang Hak Anak juga melindungi hak-hak ekonomi, sosial, budaya, sipil dan politik anak-anak. Seperti yang dilansir pada laman Children First Canada, berikut adalah 12 hak anak yang harus diketahui dan dipenuhi semua orang.

1. Tidak didiskriminasi

Setiap anak berhak mendapatkan perlakuan yang sama – terlepas dari identitas gender, jenis kelamin, orientasi seksual, ras, etnis, agama, penampilan fisik, kemampuan, status sosial ekonomi, kebangsaan, keyakinan, ideologi, atau identitas pribadi lainnya. Begitu juga dengan anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak untuk menerima akomodasi yang mereka butuhkan untuk berkembang. Anak-anak dari komunitas minoritas, terpinggirkan, dan Pribumi memiliki hak untuk menjalankan agama, bahasa, budaya, dan adat mereka.

2. Keluarga

Setiap anak berhak untuk tinggal bersama keluarganya. Keluarga dapat berupa struktur apa pun, tetapi keluarga harus menanamkan rasa memiliki, dan menyediakan lingkungan yang penuh kasih dan pengasuhan. Anak-anak dan remaja berhak merasakan keterikatan dengan pengasuh mereka, siapa pun pengasuh mereka. Anak-anak tidak boleh dipisahkan dari orang tuanya kecuali salah satu atau kedua orang tuanya bersikap kasar atau lalai, atau lingkungan rumah mereka tidak aman.

3. Kesehatan

Setiap anak berhak untuk hidup. Mereka berhak mendapatkan perawatan kesehatan terbaik, makanan bergizi, pakaian, air bersih, listrik, dan perumahan yang aman. Anak-anak harus diperiksa kesehatan mental, psikologis, emosional, dan fisiknya secara teratur, terutama jika mereka jauh dari rumah. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk membantu keluarga yang tidak mampu membayar biaya kesehatan.

4. Perlindungan dari bahaya

Setiap anak berhak mendapatkan kebebasan dari pelecehan. Anak-anak harus bebas dari pekerjaan berbahaya, narkoba, pelecehan seksual, perdagangan manusia, hukuman fisik, pelecehan emosional dan psikologis, penahanan berbahaya, perang, dan segala bentuk eksploitasi lainnya. Anak-anak memiliki hak untuk mencari bantuan hukum dan medis jika mereka terluka atau dilecehkan.

5. Identitas

Orangtua
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/KetutS

Anak-anak harus didaftarkan ketika mereka lahir. Pemerintah nasional harus mengakui nama dan identitas nasional seorang anak, dan anak-anak harus diberitahu tentang identitas mereka. Anak-anak memiliki hak untuk menerima, mengakses dan mengirimkan dokumen identitas mereka sendiri. Catatan resmi harus mencakup nama mereka, tempat dan tanggal lahir, dan hubungan keluarga. Jika dokumentasi dihancurkan atau jika identitas nasional seorang anak dikompromikan, pemerintah harus membantu anak tersebut mendapatkan kembali identitasnya.

6. Pendidikan

Setiap anak berhak atas pendidikan. Pendidikan dasar harus gratis. Pendidikan menengah harus dapat diakses oleh setiap anak – setiap anak harus menerima tingkat pendidikan tertinggi yang tersedia bagi mereka. Pendidikan harus mempersiapkan anak-anak untuk berpartisipasi sebagai warga negara yang aktif, mengajar mereka tentang tanggung jawab dan rasa kebersamaan.

7. Kebebasan berpikir

Anak-anak memiliki hak untuk berbicara, mengekspresikan, dan berbagi apa yang mereka pelajari, pikirkan, dan rasakan. Mereka dapat menggunakan sarana ekspresi kreatif apa pun yang tersedia bagi mereka kecuali ekspresi mereka membahayakan orang lain. Anak dapat menentukan pemikiran, sarana ekspresi, pendapat, ideologi sosial politik, dan keyakinan agama dan spiritualnya, asalkan pemikirannya tidak melanggar hak orang lain.

8. Akses ke informasi

Anak berhak untuk mengirimkan dan menerima informasi melalui internet, radio, telepon, televisi, buku, dan sumber daya lainnya. Orang dewasa harus memastikan bahwa informasi yang dikirimkan dan diterima anak-anak tidak berbahaya. Namun, mereka harus mendorong dan mengajarkan cara untuk mengakses dan memproses informasi secara kritis.

9. Privasi

anak dan orangtua
Ilustrasi/Shutterstock.com/imtmphoto

Setiap anak berhak mendapatkan privasi. Hukum harus melindungi privasi anak-anak di semua bidang, termasuk online. Dokumentasi pribadi anak-anak tidak boleh dipublikasikan. Keluarga, rumah, komunikasi pribadi, dan reputasi anak harus dilindungi. Korban pelecehan tidak boleh mempublikasikan nama, wajah, atau informasi mereka.

10. Seni

Setiap anak berhak untuk terlibat dalam kegiatan budaya dan kreatif. Anak-anak dari populasi minoritas memiliki hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak diikuti oleh populasi mayoritas di negara mereka. Kegiatan budaya dan karya kreatif harus mewakili anak-anak dari semua latar belakang. Anak-anak harus bebas dari seni yang dirancang untuk membuat trauma, memprovokasi atau mengganggu mereka.

11. Reparasi

Jika seorang anak menjadi korban, trauma, terlantar, terpisah dari orang tuanya, atau dengan cara lain menjadi korban, mereka harus menerima reparasi dan rehabilitasi. Setiap anak berhak mendapatkan bantuan hukum dan perlakuan yang adil. Pemerintah harus menyediakan uang dan sumber daya untuk membantu anak-anak dari masyarakat miskin dan terpinggirkan.

12. Tanggung Jawab Pemerintah

Pemerintah harus melakukan segala kemungkinan untuk memastikan bahwa anak-anak menikmati semua hak mereka yang tidak dapat dicabut dan berkembang dalam masyarakat yang aman dan bebas. Pemerintah harus memprioritaskan hak-hak anak ketika mempertimbangkan kebijakan utama apa pun.

Anak berhak diperlakukan sebagai warga negara. Mereka layak untuk tumbuh dalam masyarakat yang mencintai, peduli, menghormati dan melindungi mereka. Anak-anak berhak atas hak-hak seperti halnya orang dewasa.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 2 AGUSTUS 2021