5 Cara Menyapih Anak Tanpa Drama

Kezia Prasetya Christvidya02 Sep 2021, 17:27 WIB
Diperbarui 02 Sep 2021, 18:36 WIB
mpasi-kezo

Fimela.com, Jakarta Menyapih adalah hal yang umum dilakukan pada saat anak mulai memasuki usia 2 tahun, untuk mengajarkan si kecil berhenti minum ASI. Pada saat menyapih ini, biasanya akan terjadi banyak drama yang dilakukan anak, karena harus melepaskan kebiasaan minum ASI.

Tak hanya anak yang menjadi drama dan penuh emosi uring-uringan, saat menyapih di usia 2 tahun, sebagian ibu juga merasa tidak tega melihat anaknya, dan akan membiarkan anaknya tetap minum ASI sampai usianya lebih dari 2 tahun.

Menyapih bisa membantu ibu mengurangi pembengkakan dan infeksi payudara, karena produksi susu sudah menurun. Agar tidak terlalu stres dan penuh drama saat menyapih, maka menyapih harus dilakukan dengan beberapa tahapan dan cara yang tepat. Berikut cara menyapih anak tanpa drama, dilansir dari beberapa sumber:

Cara Menyapih Anak

mpasi-kezo
ilustrasi menyapih/goodluz/shutterstock

1. Berkomunikasi dengan Anak

Cara menyapih anak tanpa drama yang pertama, yaitu mengajak anak berkomunikasi dengan baik. Mom bisa membicarakan dengan sabar dan pengertian kepada anak. Usahakan untuk tidak memaksa anak melepas ASI secara langsung, tanpa membuat kesepakatan dengan anak terlebih dahulu.

Dalam sebuah hubungan, komunikasi itu sangat penting agar hubungan tetap terjamin. Anak yang diajak komunikasi dan membuat kesepakatan bersama, akan mudah memahami dan belajar perlahan mengontrol emosinya. Sehingga tidak akan terjadi drama saat menyapih, dan anak akan senang menjalani proses menyapih.

2. Jangan Menyapih Saat Sakit

Usahakan jangan menyapih si kecil pada saat sakit. Jika anak dipaksa menyapih pada saat sakit, kondisi psikologis anak tidak akan baik, dan sistem kekebalan tubuhnya akan menurun. Tunggulah sampai anak benar-benar sehat dan kembali normal, agar anak tidak stres dan tidak mudah sakit saat disapih.

3. Ganti ASI dengan Camilan Kesukaan

Kamu bisa mengurangi frekuensi ASI sedikit demi sedikit pada si kecil. Hal ini bisa menghindari pembengkakan pada payudara, dan mengurangi drama yang terjadi pada anak. Kamu bisa mulai mengganti ASI dengan camilan menyehatkan yang disukai anak, misalnya pada siang hari saat anak minta ASI.

Jangan langsung menghentikan pemberian ASI pada anak di pagi dan malam hari. Saat pagi dan malam hari adalah waktu terberat untuk anak melepas ASI. Untuk itu, lakukan secara bertahap dan kembali komunikasikan pada anak untuk mengganti ASI dengan camilan atau susu formula.

Cara Menyapih Anak yang Selanjutnya

mpasi-kezo
ilustrasi menyapih/Romanova Anna/shutterstock

4. Alihkan Perhatian Anak

Agar anak tidak minta ASI terus menerus, mom bisa mengalihkan perhatian si anak, dengan kegiatan yang menarik dan disukai anak. Misalnya memainkan permainan yang disukai, mengajarkan anak mengupas jeruk, mengajari anak cara membuat susu formula, dan lain sebagainya.

Saat menyapih, anak akan sering lapar dan meminta ASI. Maka sediakan camilan yang ia sukai, sambil membacakan dongeng kesukaannya, menonton film anak-anak, menyanyi lagu anak-anak, dan lain sebagainya, sampai anak lupa dengan meminta ASI.

5. Ganti Cara Menidurkan Anak

Cara menyapih yang terakhir, yaitu mengganti cara menidurkan anak pada saat malam hari. Karena anak sudah terbiasa menyusu sebelum tidur, maka kamu harus perlahan-lahan melepaskan kebiasaan ini, dan mengganti dengan kebiasaan lain. Mom bisa mengajak anak berbicara dan bercerita sebelum tidur, membacakan dongeng, dan menyanyikan lagu kesukaan anak sebelum tidur.

Saat yang Tepat untuk Menyapih

mpasi-kezo
ilustrasi menyapih/Mcimage/shutterstock

Saat anak memasuki usia 6bulan, sebenarnya anak sudah mulai dikenalkan dengan makanan selain ASI, yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Sehingga anak akan mulai terbiasa, mengonsumsi makanan selain ASI.

Anak yang berusia 0 hingga 6bulan, hanya boleh mengonsumsi ASI saja. Memasuki usai 6bulan hingga 2 tahun, anak akan diberi makanan pendamping ASI atau MPASI. Namun saat usia 2tahun keatas, seharusnya ASI sudah tidak diberikan kepada anak lagi.

Karena semakin bertambahnya usia, anak akan memerlukan asupan nutrisi yang lebih kompleks. Asupan gizi bisa membantu meningkatkan fungsi kecerdasan anak, mempercepat proses tumbuh kembang anak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan lain sebagainya. Untuk itu, sebaiknya mom harus belajar dan berkomunikasi dengan anak, agar anak mau disapih saat usia 2tahun.

 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela