5 Makanan untuk Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

Anisha Saktian Putri18 Okt 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 18 Okt 2021, 17:00 WIB
Makanan untuk Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

Fimela.com, Jakarta Setiap orangtua ingin membesarkan anak-anak cerdas yang akan berprestasi di sekolah dan akan mampu mencapai semua impian mereka dalam hidup.

Untuk mewujudkannya, bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan bernutrisi sejak masa kemahilan dan menyusui. Telah dilaporkan bahwa dalam tiga tahun pertama kehidupan, otak si kecil tiga kali lipat beratnya dan mengembangkan 1000 triliun koneksi saraf.

Dengan pertumbuhan yang cepat ini perlu memastikan mereka mendapatkan nutrisi terbaik. Menyusui pun menjadi nutrisi pertama yang akan dikonsumsi si kecil, maka sebagai ibu kita tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi makanan.

Untuk menjaga kualitas dan jumlah ASI, ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi sekitar 2000 -2500 kalori per hari, banyak minum air putih, dan istirahat yang cukup. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, ibu menyusui perlu mengonsumsi beragam jenis makanan dengan gizi seimbang.

Melansir yourbabyandi.com, berikut ini beberapa makanan untuk iu menyusui.

1. Telur

telur kecap asin
Ilustrasi telur dengan kecap asin./Copyright shutterstock.com/g/sungsu+han

Telur dipenuhi dengan zat besi, vitamin B, omega 3, yodium dan banyak lagi untuk membantu perkembangan otak. Juga memiliki kombinasi asam amino terbaik di luar sana dan protein dalam telur sangat mudah diserap. Semua yang dibutuhkan bayi.

Telur juga sarat dengan kolin yang membantu perkembangan mental.

2. Daging

Sop Daging Sapi Bening
ilustrasi Sop Daging Sapi Bening/copyright by Lilies maolida (Shutterstock)

Diyakini bahwa manusia mulai mengembangkan otak besar ketika mereka mulai menangkap hewan untuk makanan. Protein dan lemak pada hewan-hewan ini membantu otak mereka berkembang.

Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh dan otak. Sertakan protein melalui asupan ayam, ikan, telur dan daging merah. Jika masih menyusui, ASI juga kaya akan protein.

Daging merah juga mengandung zat besi dan B12 yang membantu tingkat energi dan stimulasi dan perkembangan mental. Bayi memiliki cadangan zat besinya sendiri saat mereka lahir, tetapi zat besi ini akan habis sekitar 6 bulan setelah lahir. ASI tidak kaya akan zat besi dan oleh karena itu kita perlu memastikan bahwa zat besi telah dimakan dalam makanan.

Lakukan ini dengan menambahkan telur orak-arik atau daging cincang atau ikan ke dalam makanan.

3. sayuran hijau

urap sayur bayam
ilustrasi urap sayur/copyright by Ariyani Tedjo (Shutterstock)

Jangan pernah meremehkan pentingnya sayuran hijau! Mereka luar biasa sehat dan bertunas dengan banyak vitamin dan mineral yang baik.

Sayuran hijau kaya akan folat, yang kita tahu penting selama kehamilan. Tapi folat dibutuhkan untuk perkembangan otak setelah lahir juga.

Folat adalah vitamin B yang ditemukan dalam selada, kangkung dan bayam. Tapi itu tidak hanya terbatas pada makanan tersebut. Ini juga dapat ditemukan dalam lentil, asparagus, brokoli dan buah-buahan seperti jeruk dan mangga.

4. Ikan yang berminyak

Lemak sehat ikan salmon bantu turunkan kolesterol jahat/copyright Shutterstock.com
Lemak sehat ikan salmon bantu turunkan kolesterol jahat/copyright Shutterstock.com

Ikan berminyak seperti salmon, trout, sarden, teri, herring, dan tuna semuanya mengandung omega 3 dalam dosis yang baik. Dan hal hebat tentang omega 3 adalah membantu perkembangan otak! Lemak sangat penting dan membantu otak untuk tumbuh. Lemak tidak boleh dibatasi dalam makanan bayi atau balita.

DHA yang ditemukan dalam asam lemak omega 3 adalah salah satu blok bangunan utama otak. Asupan ikan selama menyusui juga membantu meningkatkan DHA dalam ASI yang diteruskan.

Setelah si kecil makan, jangan takut untuk memasukkan ikan ke dalam makanannya. Ini sangat baik untuk mereka dan orang tua tidak boleh menghindari ikan untuk menghindari alergi.

Buat ikan untuk makan siang hari Minggu atau makan malam di hari kerja. Buat sandwich panggang tuna mayo atau ikan teri di atas roti panggang untuk bayi Anda. Jadilah kreatif dan mulai menikmati ikan lagi.

5. Yogurt dan susu kedelai

ilustrasi yogurt/shutterstock
ilustrasi yogurt/shutterstock

Produk olahan susu seperti susu kedelai dan yogurt bisa masuk ke dalam menu harian ibu menyusui. Yogurt terbukti kaya akan vitamin B yang bekerja sebagai antiradang.

Menurut riset dari The American Journal of Clinical Nutrition, asupan vitamin B yang mencukupi dapat melindungi otak bayi dari risiko gangguan kognitif.

Namun, sebaiknya pilihlah yogurt yang tawar (plain yogurt) sebagai makanan untuk ibu menyusui agar bayi cerdas. Tambahan gula dan lemak jenuh dalam yogurt dengan varian rasa dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan ibu.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela