Penyebab Berat Bayi Rendah, Kurang Gizi Hingga Infeksi

Mimi Rohmitriasih16 Mei 2022, 10:15 WIB
Diperbarui 16 Mei 2022, 10:15 WIB
ibu dan bayi

Fimela.com, Jakarta Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan kondisi di mana bayi memiliki berat badan kurang dari 2,5 kilogram saat dilahirkan. Saat bayi terlahir dengan berat badan rendah, ini memerlukan perawatan ekstra dan memerlukan perhatian khusus. Saat bayi terlahir dengan berat badan rendah, ini juga bisa meningkatkan beragam risiko masalah kesehatan pada bayi seiring dengan pertambahan usianya. 

Ada beragam hal yang menyebabkan berat badan bayi saat lahir rendah. Hal yang paling umum adalah kekurangan nutrisi selama kehamilan. Tak hanya itu saja, berat badan bayi rendah juga bisa disebabkan karena adanya infeksi selama masa kehamilan.

Bayi Lahir Prematur Besar Kemungkinan Mengalami BBLR

ibu menidurkan anak
ilustrasi ibu dan anak bayi/SritanaN/Shutterstock

Melansir dari laman parents.com, berat badan lahir rendah umumnya terjadi pada kelahiran prematur. Bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu sangat mungkin mengalami BBLR. Apalagi jika Mom tidak memiliki nutrisi kesehatan yang cukup selama kehamilan. 

Penelitian menyebutkan jika ibu dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, preeklamsia dan nutrisi ibu kurang selama kehamilan juga rentan mengalami berat badan lahir rendah. Adanya infeksi, ibu memiliki berat badan kurang selama hamil, ibu hamil di usia kurang dari 17 tahun dan di atas 35 tahun, serta kehamilan kembar, juga menjadi penyebab berat badan bayi rendah saat lahir. 

Risiko Berat Badan Lahir Rendah bagi Bayi

ibu dan bayi
ilustrasi ibu dan bayi/copyright unsplash.com/Kelly Sikema

Secara fisik, bayi yang memiliki berat badan lahir rendah terlihat kurus, memiliki sedikit jaringan lemak tubuh, dan kepalanya terlihat lebih besar atau tidak proporsional. Kebanyakan bayi dengan berat badan lahir rendah yang lahir cukup bulan tidak mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari, namun untuk bayi yang lahir dengan bulan kurang atau prematur, ia rentan mengalami beberapa risiko kesehatan. 

Risiko tersebut antara lain bayi mengalami gangguan pernapasan, kadar gula dalam darahnya rendah, berat badan bayi sulit bertambah meski sudah mendapat nutrisi cukup, mengalami keterlambatan tumbuh kembang, rentan terhadap kedinginan atau hipotermia, bayi kuning, gangguan makan dan kesulitan menyusui bahkan risiko infeksi yang lebih besar. 

Itulah penyebab dan risiko berat badan lahir rendah pada bayi. Untuk mencegahnya, pastikan memiliki asupan nutrisk yang cukup selama hamil. Konsultasikan kehamilan secara rutin setiap bulannya. Semoga informasi ini bermanfaat.

#WomenForWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela