Sukses

Parenting

8 Tips Mendidik Anak agar Cerdas dan Kreatif Sejak Dini, Orangtua Wajib Tahu

Fimela.com, Jakarta Cara mendidik anak agar cerdas dan kreatif wajib dipahami oleh setiap orangtua.  Sebab, memiliki anak yang cerdas dan kreatif bukanlah hal yang instan. Melainkan harus adanya didikan yang dilakukan orangtua sejak anak usia dini.

Freeman Hrabowski III, Ph.D., President University of Maryland dan penulis beberapa buku tentang membesarkan anak-anak yang sukses secara akademis, mengatakan bahwa faktor besar dalam pencapaian akademik anak adalah inspirasi dan komitmen orangtua.

“Kita dapat membuat perbedaan besar jika ada seseorang di rumah yang dapat berelasi dengan anak dan menginspirasinya. Hanya para orangtua yang bisa sangat inspiratif dengan komitmen mereka untuk anak-anaknya,” kata Hrabowski, dikutip dari Smart Parenting Magazine.

Oleh karena itu, orangtua sangat berperan penting dalam mendidik anak agar cerdas dan kreatif. Dengan melatih kemampuan anak sejak dini, maka diharapkan nantinya buah hati dapat tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas serta dapat berpikir secara lebih kreatif.

Ada banyak cara yang bisa Sahabat Fimela lakukan untuk mendidik anak agar cerdas dan kreatif. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tips-tipsnya!

1. Berbicara

Kunci membuat anak memiliki pengetahuan sejak dini adalah mengajaknya berbicara, bahkan ketika ia masih terlalu kecil untuk memahami apa yang dikatakan orangtuanya. Namun, dengan pengulangan anak akan mempelajarinya secara perlahan.

Selain itu, mengajukan pertanyaan terbuka kepada anak-anak akan membantu mereka mengembangkan opini dan rasa jati diri.

2. Mendorong eksplorasi anak

Jangan batasi anak untuk mengeksplorasi diri. Temukan keahlian anak dan mulai dari sana.

Jika anak kamu baik dalam olahraga, dukung ia menekuni olahraga kesukaanya. Jangan mematahkan semangatnya hanya karena kamu ingin ia unggul dalam bidang yang berbeda, sains misalnya.

Ketika kita mendukung anak di bidang yang disukainya, otomatis kita membangun rasa percaya dirinya. Dengan hal ini, kita akan memgembangkan kesadaran anak bahwa dia juga mungkin baik dalam hal-hal lainnya.

3. Membaca buku

Seperti yang kita ketahui, buku adalah merupakan sumber ilmu sehingga mendapatkan julukan jendela dunia.

Karena itu, kamu bisa memulai membaca buku bersama anak sejak dini jauh sebelum mereka tahu akan arti dari kata-kata tersebut. 

Membaca akan membuat otak mereka terangsang dan membangun basis pengetahuan tentang dunia dan bertindak sebagai dasar dari semua pembelajaran di masa depan.

4. Ajari anak memikirkan masalah dan menciptakan solusi

Ketika anak mengalami masalah, sebagian besar orangtua mungkin langsung membantunya tanpa membiarkan si kecil mencoba menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.

Sebaliknya, dorong anak untuk fokus pada satu tujuan atau masalah dan mencari cara untuk mencapai atau menyelesaikannya melalui pemikiran kreatif. Tindakan ini juga akan merangsang otak dan mengajari anak untuk percaya diri agar mampu mengatasi hambatan sendiri.

5. Puji usaha dan hasil

Pujilah setiap usaha dan kerja keras yang anak lakukan. Hal ini akan menciptakan motivasi untuk mereka agar mampu bergerak maju ketika menghadapi keterampilan yang tidak mudah didapatnya.

6. Dorong rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu merupakan salah satu aspek penting yang dimiliki oleh seorang anak. Hal ini yang mendorong sebagian besar perilaku mereka untuk belajar dan memecahkan masalah.

Namun tak dapat dipungkiri, orangtua terkadang merasa kewalahan oleh pertanyaan anak-anak mereka. Sehingga tak jarang orangtua yang akhirnya berbohong atau memilih tak menjawabnya. Padahal, rasa penasaran ini memainkan peran besar dalam pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak.

Jika disalurkan ke arah yang benar, rasa tahu ini akan memiliki pengaruh yang positif bagi tumbuh kembang si kecil. Rasa ingin tahu akan mendorong seseorang menjadi kritis, kreatif, percaya diri, pemecah masalah, dan tidak mudah dibohongi.

7. Mengasah kecerdasan emosional anak

Selain mengasah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional anak juga perlu dibangun sejak dini. Hal ini karena kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang kesuksesan anak, baik di sekolah maupun di dunia kerja nantinya.

Bantulah si kecil untuk mengenali dan mengendalikan emosinya,  peka terhadap perasaan orang lain, menerima kritik yang membangun, dan meminta maaf jika salah.

8. Ajari anak memiliki mindset berkembang

Dorong anak-anak untuk melihat belajar sebagai proses di mana kerja keras akan mendapatkan hasil. Anak akan mulai sebagai pemula tetapi secara bertahap menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. 

Kemudian, ketika mereka dihadapkan pada tugas-tugas berat, anak akan melihatnya sebagai peluang untuk berkembang, bukannya melihat diri sendiri sebagai kegagalan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading