Sering Memarahi Anak Ternyata bisa Berikan Efek Negatif pada Perkembangannya, Apa Saja Itu?

Gloria Trivena May Ary12 Nov 2022, 19:54 WIB
Diperbarui 12 Nov 2022, 19:56 WIB
Sering Memarahi Anak Ternyata bisa Berikan Efek Negatif pada Perkembangannya, Apa Saja Itu?

Fimela.com, Jakarta Ada banyak sekali cara mendidik anak yang biasanya diterapkan oleh para orang tua. Misalnya saja, apabila seorang anak melakukan hal yang nakal dan berbuat sesuatu yang buruk, maka ayah atau ibu akan segera memarahi mereka agar bisa bertingkah laku lebih baik. Hal seperti ini tentu wajar bila dilakukan sekali atau dua kali. Terlebih, bila anak tersebut bandel dan nggak mau mendengarkan apa kata orang tua.

Meski begitu, sering memarahi seorang anak yang masih kecil ternyata bisa memberikan efek yang buruk, khususnya bagi perkembangan psikologi anak. Lalu, apa saja sih dampak negatif tersebut? Berikut ulasan yang bisa dibaca. 

1. Anak bisa Menjadi Penakut dan Kurang Pede

Sering Memarahi Anak Ternyata bisa Berikan Efek Negatif pada Perkembangannya, Apa Saja Itu?
(c) Shutterstock

Meski berbuat salah sekalipun, orang tua harus tahu bahwa memarahinya bukan jalan terbaik yang bisa dilakukan. Orang tua nggak sepantasnya memarahi anak, apalagi hanya karena perkara kecil. Sebab, keadaan mental dan psikologi dari anak-anak masih belum stabil dan dalam tahap perkembangan.

Terlalu sering melampiaskan amarah pada anak, bisa menyebabkan mereka jadi seseorang yang takut. Mereka akan menganggap bahwa emosi yang dikeluarkan oleh ayah atau ibu sebagai ancaman dan ketakutan yang besar. Selain itu, anak juga bisa menjadi kurang percaya pada diri sendiri. Ini karena mereka akan merasa bahwa apapun yang dilakukan selalu salah dan harus dihukum.

2. Perkembangan Otak pada Anak Jadi Terganggu

Sering Memarahi Anak Ternyata bisa Berikan Efek Negatif pada Perkembangannya, Apa Saja Itu?
(c) Shutterstock

Meski dinilai nggak menyakiti tubuh, namun sering memarahi anak faktanya dapat berpengaruh terhadap perkembangan otak mereka, lho. Pasalnya, amarah yang sering dikeluarkan pada anak mampu menghambat kemampuan kognitif dan bahkan mengecilkan otak mereka. Alhasil, anak bisa menjadi sangat lambat dalam mempelajari hal baru di lingkungannya.

Area otak yang terpengaruh ini adalah bagian yang memproses bahasa dan suara. Ini bisa terjadi karena otak manusia lebih mudah mencerna hal-hal yang negatif dibanding positif. Jika hal seperti ini terus berlangsung dalam waktu yang lama, maka nggak menutup kemungkinan bila otak anak menjadi tumpul dan nggak bisa bekerja secara maksimal.

3. Anak bisa Mudah Depresi dan Mengalami Gangguan Mental

Sering Memarahi Anak Ternyata bisa Berikan Efek Negatif pada Perkembangannya, Apa Saja Itu?
(c) Shutterstock

Mungkin para orang tua pernah berpikir bila memarahi anak sengaja dilakukan agar mereka mendengar apa yang dikatakan. Padahal, hal tersebut malah membuat sang anak malah merasa sedih, kecewa, dan nggak berharga. Apalagi, bila orang tua melakukannya sambil membentak mereka. Akibatnya, kondisi seperti depresi dan gangguan mental bisa saja terjadi sewaktu-waktu pada anak.

Bila sudah begini, maka perilaku anak-anak akan semakin nggak karuan dan jadi bertindak seenaknya. Bahkan, jika beranjak dewasa, maka mereka bisa saja terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang tentu berbahaya. Oleh karena itu, setiap orang tua perlu sebisa mungkin untuk membatasi amarah yang keluar agar nggak menyakiti hati anak kesayangan.

Itulah beberapa dampak negatif pada anak akibat sering dimarahi. Para ibu dan ayah juga wajib tahu hal ini agar kedepannya nggak terjadi permasalahan serius pada tumbuh kembang si kecil. Semoga bermanfaat.

What's On Fimela