5 Bahaya yang Sering Mengintai karena Hamil di Usia Remaja

Mimi Rohmitriasih24 Nov 2022, 17:15 WIB
Diperbarui 24 Nov 2022, 17:15 WIB
kehamilan

Fimela.com, Jakarta Edukasi tentang seks dan kehamilan sangat penting diberikan oleh orang tua ke anak-anaknya. Ini demi mencegah pergaulan bebas dan kehamilan anak di usia remaja. Seperti yang kita tahu, di Indonesia sendiri ada banyak kasus pernikahan dini. Atau bahkan yang menyayat hati adalah kasus hamil di luar nikah pada anak-anak yang masih di bawah umur atau remaja. 

Padahal nih Mom, kehamilan di usia remaja sangatlah berisiko. Mengutip dari laman healthline.com, risiko ini tak hanya pada bayi yang dilahirkan tetapi juga pada ibu bayi. Idealnya, perempuan hamil di usia 21 hingga 45 tahun. Hamil di bawah usia 21 atau lebih 45, ini sangat berisiko. Ini meningkatkan beberapa bahaya buat kesehatan. 

Berikut beberapa bahaya dari kehamilan di usia remaja.

Meningkatkan Risiko Penyakit Kelamin

miss v
ilustrasi kaki perempuan/copryight Shutterstock

Remaja yang hamil dan melahirkan sangat rentan terkena penyakit kelamin. Studi menemukan jika hubungan seks aktif di usia bawah 20 tahun meningkatkan risiko HPV (Human Papilloma Virus). Sebuah infeksi virus yang menyebabkan kanker serviks. Seks bebas di usia remaja juga meningkatkan risiko HIV.

Kelahiran Bayi Prematur

Ilustrasi Bayi Prematur
Ilustrasi perawatan bayi prematur/credit: gettyimages

Hamil dan melahirkan di usia remaja meningkatkan kelahiran bayi prematur. Bayi juga bisa berisiko lahir dengan berat badan rendah. Hal ini mengingat jika rahim remaja belum sepenuhnya sempurna. 

Kelainan Pada Bayi

bayi
Ilustrasi bayi yang disentuh kakinya/copyright unsplash.com/Omar Lopez

Selain meningkatkan risiko bayi lahir prematur, hamil dan melahirkan di usia remaja juga memungkinkan bayi mengalami kelainan. Sperma di usia bawah 20 tahun belum sepenuhnya sempurna. Inilah yang memperbesar risiko bayi mengalami kelainan bahkan keguguran.

Depresi Pasca Melahirkan

Depresi atau Gangguan Cemas
Ilustrasi Depresi atau Gangguan Cemas Credit: pexels.com/Ivan

Studi menemukan jika depresi lebih berisiko besar terjadi pada remaja yang melahirkan. Hal ini karena remaja umumnya belum siap memiliki anak di usia yang masih sangat muda. Depresi juga dipicu oleh hormon dalam tubuh remaja yang mudah berubah-ubah.

Risiko Kematian Pada Ibu Lebih Besar

ditinggalkan pemakaman
Ilustrasi pemakaman/Copyright pexels.com/CA Creative

Melahirkan di usia remaja juga meningkatkan risiko kematian pada ibu lebih besar. Pada usia remaja, rahim dan organ panggul belum sepenuhnya kuat menampung janin. Inilah yang kemudian menyebabkan masalah pada kehamilan, juga kesulitan saat persalinan. 

Itulah sekian bahaya yang sering mengintai pada kehamilan di usia remaja. Untuk mencegah kehamilan di usia dini, yuk, edukasi buah hati dengan lebih baik di rumah termasuk mengenai pergaulan bebas, seks dan kehamilan. Pastikan juga untuk memantau buah hati lebih baik dan bijak lagi. Semoga informasi ini bermanfaat.

#WomenForWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela