Tips Melawan Cyberbullying yang Bisa Dilakukan Orangtua dan Anak-Anak

Fimela Reporter30 Nov 2022, 20:30 WIB
Diperbarui 30 Nov 2022, 20:30 WIB
Tips Melawan Cyberbullying yang Bisa Dilakukan Orangtua dan Anak-Anak

Fimela.com, Jakarta Cyberbullying atau perundungan dunia maya ialah bullying atau perundungan dengan di ranah digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. Kemudahan dalam mengakses dunia maya menjadi penyebab susahnya cyberbullying untuk dihindari oleh semua orang.

Pada bulan November menjadi bulan dimana cyberbullying dibahas secara luas di seluruh dunia dengan berbagai acara termasuk Hari Internasional Melawan Kekerasan dan Bullying hingga perjuangan anti-bullying week melawan masalah ini di Inggris Raya, dan negara-negara bersatu untuk melawan cyberbullying.

Lead web content analyst di Kaspersky, Andrey Sideko mengatakan bahwa cyberbullying adalah masalah yang sangat kompleks dan serius, yang sangat mungkin untuk dialami. Studi menunjukkan bahwa anak-anak sering tidak memberi tahu orang dewasa bahwa mereka mengalami intimidasi. Membangun hubungan saling percaya dengan anak akan membantu orangtua waspada jika buah hati mengalami perundungan.

Dalam hal ini, Kaspersky yang merupakan perusahaan global cybersecurity, memberikan berbagai tips untuk orang tua dan anak tentang apa yang harus dilakukan jika mengalami perundungan dan cara melindungi diri sendiri.

Hal yang bisa dilakukan anak-anak

Tips Melawan Cyberbullying yang Bisa Dilakukan Orangtua dan Anak-Anak
Apa yang dapat dilakukan anak-anak untuk melindungi diri dari cyberbullying? (dok: Kaspersky)

Menerapkan pengaturan pribadi

Orangtua mengajari anak untuk tidak berbicara dengan orang asing di jalan. Jadi mengapa kita tidak membicarakan aturan yang sama, tetapi untuk ruang online? Kamu juga dapat melakukannya di akun pribadi di jejaring sosial. Panduan tentang cara melakukan ini tersedia di Facebook, Instagram, Twitter, Twitch, Reddit.

Jangan merespon

Bereaksi dengan kata-kata ofensif hanya akan memperburuk situasi. Mencoba bernalar dengan pelaku intimidasi tanpa partisipasi orang dewasa juga tidak sepadan. Mengabaikan mereka adalah satu-satunya cara untuk melindungi diri dari jurang klarifikasi, hinaan, dan sejenisnya.

Blokir agresor, berikan aduan ke moderator

Banyak situs web dan semua jejaring sosial dapat menambahkan pengguna ke daftar hitam/blokir. Hubungi administrator situs dengan permintaan untuk memblokir perundung. Panduan tentang cara melakukan ini tersedia di Facebook, Instagram, Twitter, Twitch, Reddit.

Mengambil tangkapan layar

Bukti dapat berguna jika kamu perlu menghubungi lembaga penegak hukum. Kamu juga dapat mendiskusikan masalah tersebut dengan orangtua pelaku, atau menjelaskan kepada mereka secara pribadi konsekuensi yang mungkin terjadi.

Menghapus akun pribadi secara sementara atau permanen

Meninggalkan media sosial selama beberapa waktu dapat membantu untuk bernapas lega dan fokus pada diri sendiri. Selain itu, perundung akan melihat bahwa pengguna tidak merespons dan dapat kehilangan minat pada korban yang ditargetkan, karena mereka tidak akan mendapat reaksi apa pun yang terpenting jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena situasi ini.

Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua

Gadget - Vania
Ilustrasi anak remaja/ Foto: https://unsplash.com/Steinar Engeland

Dukungan dan kepercayaan adalah elemen penting

Jika anak dihadapkan dengan cyberbullying, orangtua dapat menjadi pendukung bagi mereka. Tetapi pada saat yang sama, menurut berbagai survei banyak anak-anak justru tidak menceritakan masalah tersebut kepada orangtuanya.

Namun, orangtua dapat memperhatikan tanda-tanda yang mungkin terjadi jika anak mereka di-bully. Secara khusus itu bisa ditandai dengan masalah tidur atau makan, air mata atau kesedihan dengan lekas marah atau menghindari pergi ke sekolah. Menarik diri dari aktivitas menyenangkan yang biasa mereka nikmati.

Melarang bukanlah jawaban

Melarang penggunaan media sosial atau internet bukanlah solusi yang tepat untuk masalah cyberbullying. Langkah seperti itu dapat memperumit hubungan dengan anak mana pun karena mereka dapat menjauh, menarik diri, menjadi kurang bersosialisasi.

Mungkin jauh lebih efektif untuk membantu mereka mengambil sikap kritis terhadap situasi tersebut, untuk “memutuskan” pesan pelaku intimidasi dari kepribadian anak-anak. Selain itu, situasi seperti itu dapat membantu anak-anak memahami apa yang terjadi sebagai pengalaman yang akan membantu mereka membentuk keterampilan untuk melawan agresi dan manipulasi dunia maya.

Tetap berhubungan dengan anak-anak secara online

Pilihan bagus lainnya adalah tetap berhubungan dengan anak di jejaring sosial dan pesan instan. Ini dapat membantu untuk memeriksa postingan anak-anak dan lebih memahami kondisi mereka.

Jangan abaikan bantuan digital

Teknologi saat ini juga dilengkapi dengan sejumlah kontrol orangtua untuk membantu melindungi anak-anak dari materi online yang berbahaya atau tidak pantas. Orangtua juga dapat memanfaatkan aplikasi pihak ketiga, yang menawarkan perlindungan dari konten berbahaya, serta memungkinkan mereka untuk mengatur batas waktu layar, memantau aktivitas online, atau juga melacak lokasi menggunakan GPS.

 

*Penulis: Sri Widyastuti

#WomenForWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela