Benarkah Bayi Bisa Mengalami Depresi? Cek Faktanya

Mimi Rohmitriasih30 Nov 2022, 16:35 WIB
Diperbarui 30 Nov 2022, 16:35 WIB
Ibu dan bayi

Fimela.com, Jakarta Kita mungkin berpikir bahwa bayi tidak pernah mengalami stres apalagi depresi. Banyak orang tua yang berpikir bahwa buah hatinya akan selalu baik-baik saja dan merasa bahagia. Namun ternyata, pemikiran ini salah. Studi menemukan jika anak-anak bahkan sejak masih bayi dan baru lahir, ia bisa mengalami depresi. 

Faktanya, studi menemukan jika bayi menunjukkan tanda-tanda mengalami kecemasan dan depresi. Para ahli menemukan jika ada keterkaitan atau konektivitas otak dengan rasa cemas, sedih dan malu pada bayi. 

Mengutip dari laman huffingtonpost.com, penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, tertulis jika depresi atau kecemasan pada bayi bisa berpengaruh pada kesehatan mentalnya. Pengaruh ini akan terlihat saat ia anak-anak hingga dewasa.

Lingkungan Berpengaruh Pada Kesehatan Mental Anak

bayi bermain
Ilustrasi bayi bermain/copyright unsplash.com/Senjuti Kundu

Para ahli juga menemukan jika kesehatan mental seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya. Ini juga dipengaruhi oleh pengalamannya dalam hidup. Meski saat bayi seseorang sudah menunjukkan gejala depresi, gejala ini bisa hilang seiring dengan tumbuh kembangnya. Konektivitas otak dengan rasa cemas bisa berkurang seiring bertambahnya usia anak. Ini tergantung pada lingkungan dan pengalaman anak tersebut. 

“(Pola konektivitas otak) mungkin bisa mengindikasi koneksi pada beberapa bagian otak anak. Hal ini bisa memprediksi hubungan gejala masalah sosialnya di masa depan. Namun, pengalaman dan lingkungan saat anak tumbuh dan berkembang juga bisa mengubah konektivitas tersebut. Apakah gejala akan berkurang atau bertambah. Apakah itu mengurangi atau menambah potensi masalah mentalnya di masa depan.” Ungkap Cynthia Rogers, psikiater asal Washington University, Amerika Serikat.

Peran Orang Tua Sangat Penting dalam Membentuk Mental Anak

Panduan Waktu Ideal Bagi Anak untuk Bermain Ponsel Berdasarkan Usia, Dari Bayi Hingga Remaja
Ilustrasi orang tua dan bayinya. (Sumber foto:Pexels.com)

Peran orang tua sangatlah penting dalam membentuk mental anak. Sikap dan perilaku orang tua juga bisa membuat anak makin bahagia atau sebaliknya. Hal ini mengingat jika orang tua adalah lingkungan dan guru pertama bagi anak-anak. 

Para ahli menyarankan agar orang tua memberikan kebahagiaan penuh pada anak. Memberikan kebahagiaan ini sendiri bisa dilakukan dengan banyak cara. Namun yang terpenting, kebersamaan dan kedekatan orang tua dengan anak harus baik. Penelitian menemukan jika anak-anak yang dekat dengan orang tuanya lebih mungkin bahagia, merasa aman dan nyaman dalam menjalani hidup. Kebersamaan yang baik bersama orang tua juga memungkinkan anak memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik serta bijak. 

Semoga informasi ini bermanfaat.

#WomenForWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela