5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Growth Faltering, Perlambatan Pertumbuhan pada Anak

Endah Wijayanti21 Jan 2023, 15:15 WIB
Diperbarui 21 Jan 2023, 15:15 WIB
bayi menangis

Fimela.com, Jakarta Memastikan tumbuh kembang anak normal sangat penting untuk memastikan ia bisa tumbuh sehat hingga dewasa. Pertumbuhan anak perlu dicatat dan senantiasa didokumentasikan secara berkala. Pada anak, pertumbuhan merupakan bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh, sehingga ia bertambah berat dan panjang/tinggi.

Kalau penambahan berat badan atau panjang badan anak tidak adekuat, ada kemungkinan ia mengalami growth faltering. Mengutip buku 567 Fakta tentang MPASI, growth faltering adalah perlambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan bayi dengan kebutuhan nutrisinya. Berikut ini lima hal penting yang perlu diketahui tentang growth faltering.

 

 

1. Tanda Awal Malnutrisi

bayi menangis
ilustrasi bayi menangis karena dehidrasi/copyright pexels.com/ANTONI SHKRABA

Growth faltering merupakan tanda awal malnutrisi. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi berusia 3 bulan hingga 18-24 bulan di negara-negara yang penduduknya berpenghasilan menengah ke bawah. Penurunan berat badan pada bayi perlu segera dicari tahu penyebabnya karena dikhawatirkan ia sebenarnya kekurangan gizi dan nutrisi.

 

 

2. Adanya Risiko Kekurangan Nutrisi

bayi menangis disusui
Ilustrasi bayi menangis./Copyright shutterstock.com/g/Dmytriipro

Saat bayi berusia 6 hingga 23 bulan,yaitu pada periode pemberian MPASI, ada puncak terjadinya growth faltering, defisiensi zat gizi mikro, dan penyakit yang disebabkan infeksi. Bayi dalam periode MPASI bisa berisi mengalami undernutrition atau kekurangan nutrisi.

 

 

3. Adanya Risiko Infeksi dan Kematian

Bayi Menangis
Ilustrasi Bayi Menangis Credit: pexels.com/Sherlyn

Risiko infeksi dan kematian bisa meningkat pada bayi yang mengalami growth faltering. Dalam jangka pendek, efek dari growth faltering adalah menurunnya respons daya tahan tubuh. Saat daya tahan tubuh menurun, maka bayi rentang mengalami gangguan kesehatan dan mudah terkena infeksi.

 

4. Kurangnya Asupan Nutrisi Menjadi Penyebab Utamanya

bayi menangis
Ilustrasi bayi menangis./Copyright shutterstock.com/g/chomnancoffee

 

Umumnya growth faltering disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi, meningkatnya kebutuhan nutrisi, dan penyerapan nutrisi yang terganggu. Kurangnya asupan nutrisi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidakcukupan ASI, ketidakefektifan pelekatan saat menyusu, kebiasaan makan yang buruk, koordinasi oromotorik yang buruk, hingga ketidaksesuaian pembuatan susu formula.

 

 

5. Bisa Dicegah dengan Pemberian Makan yang Benar

Ibu menyusui
Ilustrasi ibu menyusui/copyright shutterstock

Peningkatan metabolisme bayi menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan nutrisi. Asupan nutrisi bayi yang meliputi zat gizi makro dan zat gizi mikro perlu dipenuhi agar anak tidak mengalami growth faltering. Kalau bayi mengalami gangguan penyerapan nutrisi seperti karena memiliki kelainan metabolik atau alergi protein susu sapi, ada baiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih tepat.

Itu tadi lima hal umum yang perlu diketahui tentang growth faltering. Semoga bisa menjadi tambahan informasi yang bermanfaat, ya.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela