Sukses

Parenting

Cegah Malnutrisi Pada Bayi dengan Kurma dan Susu untuk MPASI

Fimela.com, Jakarta Malnutrisi merupakan kondisi di mana seseorang mengalami ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuhnya. Hal ini akan sangat berbahaya buat tubuh. Apalagi, jika malnutrisi terjadi pada bayi. Ini bisa menyebabkan tumbuh kembangnya terhambat. Ini juga bisa membuat bayi rentan mengalami stunting hingga gangguan kesehatan lainnya. 

Malnutrisi bisa terjadi pada siapa saja. Tapi, kebanyakan kasus, hal ini banyak terjadi pada anak-anak khususnya balita. Mengutip dari laman parents.com, malnutrisi tak hanya kondisi ketika tubuh kekurangan nutrisi saja. Tubuh yang kelebihan nutrisi juga bisa dikatakan malnutrisi. 

Dari liputan6.com, dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR Dr Lanny Christine Gultom SpA(K) mengatakan, “Malnutrisi atau gangguan gizi bisa berupa kelebihan, kekurangan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. Ini harus diwaspadai karena dapat menghambat tumbuh kembang anak.

Macam-Macam Malnutrisi

Sedikitnya ada empat macam atau kelompok malnutrisi. Yakni sebagai berikut:

  • Macronutrient Undernutrition. Kondisi dimana tubuh kekurangan zat gizi makro, seperti protein, karbohidrat, dan lemak.
  • Micronutrient Undernutrition. Kondisi dimana seseorang kekurangan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.
  • Macronutrient Overnutrition. Kondisi ketika seseorang mengalami kelebihan protein, karbohidrat, hingga lemak dalam tubuh. 
  • Micronutrient Overnutrition. Kondisi saat seseorang mengalami kelebihan pengonsumsian vitamin dan mineral yang berasal dari suplemen tertentu.

Penyebab Malnutrisi

Ada beberapa penyebab umum kenapa seseorang khususnya anak-anak mengalami malnutrisi. Adapun penyebab tersebut antara lain sebagai berikut: 

  • Sulitnya akses untuk mendapatkan makanan yang kaya nutrisi atau makanan sehat. Kalau ada makanan yang bernutrisi, nutrisi yang ada tidak seimbang. 
  • Adanya gangguan kesehatan, bisa menyebabkan malnutrisi. Beberapa gangguan kesehatan tersebut berupa sakit kanker, gangguan hati, gangguan mual atau trauma akan makanan serta minuman bernutrisi. 
  • Adanya masalah kesehatan mental. Seseorang yang sedang dilanda stres berat, depresi, demensia hingga anoreksia, juga memungkinkan seseorang mengalami malnutrisi. 
  • Masalah sosial juga bisa memicu malnutrisi. Anak dari orangtua yang antisosial, tidak memedulikan dan memberikan perawatan terbaik ke bayi, berisiko besar menyebabkan anak mengalami malnutrisi. 

Cara Mencegah Malnutrisi pada Bayi

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah malnutrisi pada bayi. Cara tersebut mulai dari lebih memperhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh bayi. Memberikan MPASI cukup dan rutin setiap hari. Memberikan ASI eksklusif pada bayi berusia 0 hingga 6 bulan, dilanjutkan dengan memberikan ASI ditambah MPASI hingga bayi berusia 2 tahun. 

Ada banyak makanan yang bisa mencegah malnutrisi pada bayi. Makanan tersebut mulai dari hati ayam, otak, telur, daging ayam, ikan, susu, kurma, buah-buahan dan sayuran segar. Mom bisa memberikan berbagai makanan ke bayi sebagai menu MPASInya. Dengan catatan,tekstur MPASI ini harus disesuai dengan usia bayi. MPASI sebaiknya juga diberikan dengan kondisi yang benar-benar matang. 

Itulah sekilas mengenai malnutrisi, penyebab dan cara pencegahannya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading