Sukses

Parenting

Fabel adalah Dongeng yang Digemari Anak-anak, Kenali Ciri dan Jenisnya

Bagi anak-anak, fabel adalah dunia mereka yang selalu menemani saat akan tidur, bermain, dan belajar. Fabel sendiri adalah cerita fiksi atau khayalan fantasi dengan menampilkan semua binatang sebagai tokoh utama. Terkadang memasukkan karakter minoritas berupa manusia untuk mendukung cerita.

Kata serapan dari bahasa Inggris fable. Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan atau binatang, yang berperilaku layaknya manusia. Baik dari percakapan, hingga berpikir.

Melansir dari maxmanroe, pendapat lain mengatakan, fabel adalah cerita yang menampilkan hewan yang memiliki perasaan, bicara, berpikir, bersikap dan memiliki emosi seperti manusia.

Nah, untuk kamu yang ingin tahu banyak soal fabel, Fimela.com akan membagikan ulasannya lengkap beserta ciri dan jenisnya. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tujuan Fabel

Binatang yang diceritakan mempunyai akal, tingkah laku, watak, serta budi manusia itu kerap menunjukkan sifat-sifat jelek manusia sebagai simbol. Binatang yang sedemikian rupa digambarkan berperilaku bak manusia baik dan buruk.

Hal tersebut bertujuan untuk mengajarkan moral pada anak-anak dengan sifat baik dan buruk manusia dalam bentuk binatang. Karakter binatang dibuat oleh pengarang untuk mempengaruhi pembaca. Terutama karakter binatang dinilai lebih menarik bagi anak, supaya mencontoh sikap yang baik dan tidak mencontoh yang buruk.

Ciri-Ciri Fabel

Setiap dongeng memiliki karakteristik yang berbeda. Mengacu pada pengertian serta tujuan fabel, berikut ciri-ciri fabel adalah:

  • Tokoh utama dalam cerita fabel adalah binatang atau hewan.
  • Cerita fabel mempunyai alur yang sederhana, singkat, dan cepat. Sehingga mudah dipahami, terutama bagi anak.
  • Tema utama dalam cerita fabel, sering mengangkat isu hubungan sosial.
  • Semua tokoh dalam fabel dapat berbicara, berpikir, memiliki emosi dan berperilaku seperti manusia.
  • Setiap tokoh dalam fabel juga digambarkan memiliki karakter manusia, seperti penyabar, baik hati, cerdik, pemarah, egois dan lain sebagainya.
  • Karakter tokoh dalam fabel sederhana, misalkan sekedar baik dan tidak dijelaskan secara terperinci.
  • Fabel mengandung amanat atau pesan moral pada pembacanya.
  • Pendahuluan cerita sangat singkat atau langsung. Tidak bertele-tele.

Jenis-Jenis Fabel

Sebagai bagian dari bentuk karya sastra fiksi, fabel juga terbagi dalam beberapa jenis, berikut uraiannya:

1. Fabel Klasik

Fabel klasik merupakan dongeng yang telah ada sejak zaman dahulu. Tetapi tidak diketahui secara pasti, kapan waktu kemunculannya. Fabel klasik diwariskan melalui sarana lisan dari generasi ke generasi. Misalkan cerita Kancil dan Buaya, Gagak dan Elang, Kerbau dan Burung, Semut dan Belalang, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Fabel Klasik:

  • Fabel klasik ceritanya sangat pendek dan jelas.
  • Tema yang diangkat sangat sederhana.
  • Fabel klasik sarat dengan pesan moral atau petuah pada pembaca.
  • Sifat hewani dalam tokoh fabel klasik masih melekat.

2. Fabel Modern

Sedangkan fabel modern, waktu kemunculan ceritanya belum terlalu lama. Di mana pembuatan dongeng sebagai bentuk ekspresi kesastraan dari penulis.

Ciri-ciri Fabel Modern:

  • Alur cerita fabel modern bisa pendek atau panjang.
  • Tema cerita cenderung lebih rumit.
  • Fabel modern terkadang berupa epik atau saga, dengan prosa yang mengisahkan pahlawan.
  • Karakter setiap tokoh fabel modern dibuat unik.

Struktur pada Fabel

Cara penyampaian dongeng fabel tersusun dengan struktur teks yang unik serta beda dengan jenis dongeng lainnya. Ada beberapa struktur fabel yaitu: 

Orientasi

Fabel akan dimulai dengan permulaan, atau bisa disebut dengan tahap orientasi. Paragraf awal tersebut akan memperkenalkan tokoh pada cerita, latar tempat, serta waktu. Kemudian, akan ada tahap perkenalan tema atau background, dan lain sebagainya. 

Komplikasi

Pada bagian selanjutnya yaitu komplikasi atau klimaks cerita. Bagian fabel tahap ini menceritakan mengenai tokoh utama yang berhadapan dengan puncak masalah. Komplikasi akan menjadi bagian inti dari cerita fabel.

Resolusi

Tahap ke empat yaitu resolusi, yaitu bagian cerita fabel di mana menceritakan mengenai pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh tokoh utama. Umumnya dalam fabel juga dijelaskan tokoh utama memecahkan masalahnya menggunakan cara yang unik dan kreatif.

Koda

Lalu, struktur fabel yang terakhir yaitu koda. Koda merupakan bagian fabel yang menjelaskan terjadinya perubahan pada tiap tokoh. Di bagian ini akan disampaikan amanat atau pesan moral yang bisa dipetik oleh pembaca.

Kaidah Bahasa Fabel

Di dalam fabel terdapat kaidah atau unsur kebahasaan, yaitu:

a. Kata Kerja

Di dalam fabel terdapat dua kata kerja yaitu:

1. Kata Kerja Transitif adalah kata kerja yang memiliki objek. Contoh: Ayah minum air.

2. Kata Kerja Intransitif adalah kata kerja yang tidak memiliki objek. Contoh: Boris sedang bersiul. 

b. Kata Sandang Si dan Sang

Cotnoh:

- Si kumbang terdiam ketika mendengar ejekan tersebut.

- Sang harimau sedang mengincar mangsanya.

c. Keterangan Tempat dan Waktu

Contoh:

Di waktu sore, kelinci berjalan di kebun.

d. Kata Hubung

Kata hubung yang umum digunakan dalam teks cerita fabel seperti lalu, kemudian, dan akhirnya

Contoh:

Lalu, si kelinci meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya.

Itulah tadi pembahasan mengenai dari ciri, struktur, kaidah bahasa, serta pengertian fabel itu sendiri. Semoga semakin menambah wawasan, ya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading