Sukses

Parenting

Tips Memilih Kantong ASI yang Aman saat Masa Menyusui

Setelah melahirkan, ibu akan menghadapi menyusui dan pada masa tersebut, terdapat hal yang perlu diperhatikan, salah satunya ialah tentang memilih kantong ASI yang aman dan tepat. Pada masa menyusui, ibu tidak hanya menyiapkan breast pump, tetapi juga perlu menyiapkan kantong ASI dan wadah penyimpanannya.

Kantong ini akan sangat berguna bagi ibu saat akan bekerja atau ada keperluan di luar rumah. Jadi tidak perlu khawatir bayi akan kekurangan ASI karena ibu bisa menyetok ASI perah di freezer. Namun, perlu diingat bahwa ibu perlu tahu tips untuk memilih kantong ASI agar kualitas ASI tetap terjaga.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas tips memilih kantong ASI yang aman saat masa menyusui. Dilansir dari beragam sumber, simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

 

Memperhatikan Ketebalan Plastik

Saat memilih kantong ASI, ibu sebaiknya tidak mengabaikan kualitas plastiknya. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan yakni ketebalan kantong ASI. Memilih kantong ASI yang tebal dapat meminimalkan risiko kebocoran atau ASI merembes.

Selain itu, perhatikan penggunaan tempat penyimpanan kantong ASI. Seandainya ibu tengah bekerja dan perlu memerah ASI di kantor, pastikan untuk menggunakan cooler bag yang aman.

Sebisa mungkin hindari risiko kantong ASI terkena benda tajam, serta risiko cooler bag terbentur dengan kencang agar ASI tetap aman. 

Tidak Meletakkan Kantong ASI secara Sembarang

Ketika hendak menyimpan kantong ASI di dalam cooler bag atau freezer, pastikan untuk meletakkannya dalam posisi berbaring.

Posisi ini membuat lebih banyak ruang tersedia untuk menyimpan kantong ASI. Sebaliknya, jika kantong ASI dibekukan dalam posisi berdiri, bentuknya akan menjadi lebih tebal dan membuat ruang jadi lebih sempit.

Perlu diketahui bahwa meletakkan kantong dalam posisi berbaring juga membuat ASI mudah dicairkan lebih merata.

Menempelkan Label Berisi Tanggal Pengisian

Setelah diisi dan dirapatkan, ibu perlu menuliskan tanggal pengisian di kantong ASI. Hal ini dapat membantu ibu memastikan ASI yang dicairkan sesuai dengan waktu penyimpanan paling awal.

Tidak Mengisi Kantong ASI Terlalu Penuh

Tiap kantong ASI memiliki garis indikator batas penuh masing-masing. Usahakan untuk mematuhi garis tersebut dan jangan sampai mengisinya terlalu penuh. 

Apabila kantong ASI diisi terlalu penuh, efeknya berisiko dapat menyebabkan kebocoran. Jika sudah begitu, maka ASI yang terkumpul akan jadi sia-sia. Oleh karena itu, perhatikan betul ketepatan pengisiannya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading