3 Cara Mudah Menyusun Anggaran Pernikahan Impian di Bali

Ayu Puji Lestari29 Agu 2022, 10:05 WIB
Diperbarui 03 Sep 2022, 10:44 WIB
couple

Pernikahanmu akan jadi pesta terbesar yang pernah digelar, dan mungkin yang paling mahal. Menurut survey, hampir setengah dari jumlah pasangan yang menikah membiayainya sendiri, sementara yang lain beruntung karena memiliki orangtua yang bisa membayar tagihan pesta. Tapi satu dari tiga pasangan akhirnya harus membayar lebih dari yang dianggarkan.

Nah, jika kamu berniat akan menikah dalam waktu dekat pastikan kamu bukan salah satunya. Sebelum kamu mulai bermimpi menggelar pernikahan di venue yang megah, menyewa vendor yang mahal atau mencoba gaun pengantin karya desainer, pastikan dulu tabungan sudah cukup. Buat catatan yang lengkap agar biaya tidak kelewat batas.

Apalagi jika kamu dan pasangan tidak tinggal di Bali. Tentu banyak hal yang perlu dipersiapkan agar pernikahan impianmu dapat terwujud. Memang pekerjaan yang sulit, tapi dengan menyusun anggaran yang benar akan mempermudah segalanya.

 

1. Menghitung Tabungan

Hal Mendasar Saat Mengelola Uang
Ilustrasi pasangan muda mengatur keuangan.(Shutterstock)

Pastikan kamu tahu berapa banyak kamu ingin menghabiskan uang untuk pesta, maka kamu harus melihat terlebih dulu sumber dananya. Dari kantong pribadi, tabungan pasangan, dan kontribusi dari orang tua atau kerabat.

Tabungan: Tak semudah melihat saldo di rekening, kamu dan tunangan masing-masing memiliki pengeluaran tetap dan cadangan untuk kesehatan. Hitung total yang bisa dihabiskan untuk pesta, jangan sentuh dana tak terduga untuk kesehatan.

Gaji: Setelah membayar semua tagihan rumah, kartu kredit, pinjaman dan mobil, sisihkan 10% setiap menerima gaji. Coba untuk membuat tabungan yang terpisah dari segala pengeluaran.

Sumbangan dari orangtua: Jangan pernah berasumsi tentang jumlah yang akan dikeluarkan oleh orangtua. Lebih baik bertanya dengan baik agar tidak salah hitung.

 

2. Cek Jumlah Pengeluaran

keuangan pasangan
ilustrasi pasangan membicarakan uang/copyright by Tirachard Kumtanom (Shutterstock)

Agar kamu bisa mengolah keuangan terutama pengeluaran terkait acara pernikahanmu. Sebaiknya buat catatan keuangan dengan tiga kolom pengeluaran: ‘Estimasi’, ‘Penawaran’ dan ‘Harga Sebenarnya’. Jumlah di bawah kolom estimasi adalah biaya yang kamu riset, rincian harga dari vendor akan ditulis di kolom penawaran, dan harga sebenarnya setelah diskon atau tawar-menawar ditulis di kolom sebenarnya.

Sesuaikan estimasi setelah menghubungi vendor. Mulai dengan venue yang membutuhkan biaya paling besar. Saat vendor memberi harga estimasi, masukkan juga pajak yang akan dikenakan. Cara ini akan membuatmu mengerti segala biaya yang harus kamu keluarkan. Dan tentu kamu akan mendapatkan harga terbaik.

 

3. Bersiap untuk biaya kejutan

pasangan
ilustrasi keuangan/.copyright Rawpixel

Hal yang paling penting sebelum memilih vendor pernikahan adalah baca terlebih dulu kontraknya, karena pengeluaran sekecil apapun bisa bertambah dengan cepat. Biaya seperti transportasi, akses, dan wedding planner yang kadang memberi biaya tambahan pun perlu kamu perhitungkan. Kamu bisa membuat estimasi 10% dari total anggaran yang sudah kamu buat.

 

Semoga tips ini membantumu ya. Persiapkan pernikahan impianmu sebaik mungkin. Nah, buat kamu yang akan menyiapkan pernikahan di Bali isi survey singkat ini. Dan dapatkan berita terupdatenya dari Fimela.

https://www.newshub.id/interactive2/3632

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela