6 Tips Menjalani Hubungan dengan Pasangan yang Gila Kerja

Gayuh Tri Pinjungwati22 Sep 2021, 09:15 WIB
Diperbarui 22 Sep 2021, 09:15 WIB
Partner romantis

Fimela.com, Jakarta Orang yang terlalu gila kerja atau sering kita menyebutnya workaholic cenderung fokus dan memprioritaskan pekerjaannya. Dia begitu terobsesi dengan pekerjaan yang bisa mengalahkan emosi lainnya. Apakah Sahabat Fimela memiliki pasangan yang workaholic?

Suatu hubungan memang dibutuhkan pengorbanan. Akan tetapi menjadi sebuah masalah yang perlu diperhatikan ketika memiliki pasangan yang terlalu gila kerja. Komitmen pekerjaannya selalu diutamakan daripada hubunganmu.

Ya, tidak ada hubungan yang sempurna dan jika kamu ingin mempertahankan hubungan dengan pasangan yang gila kerja, beberapa tips di bawah ini bisa dicoba.

1. Buat Jadwal Bertemu

Para pecandu kerja tidak dapat menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi mereka dan dengan demikian mengacaukan jadwal mereka. Kamu dapat meminta pasangan untuk membagikan jadwal kerja mereka. Kamu dapat menyusun jadwal yang fleksibel di mana kalian berdua dapat menghabiskan waktu satu sama lain.

2. Saling Memahami

Pria mengharapkanmu untuk memahami mereka karena mereka tidak terlalu terbuka tentang perasaan mereka. Kamu perlu memahami betapa pentingnya pekerjaannya bagi kehidupan profesionalnya untuk berkembang. Mencoba memahami akan membantumu mengerti mengapa dia perlu menjadi pekerja keras. Jika kamu memahaminya dan memberinya ruang, dia juga akan mengakui pengorbananmu.

3. Jangan Biarkan Pekerjaan Menghambat Hari Liburnya

Tetapkan aturan bahwa hari libur dimaksudkan untuk kalian berdua. Katakan padanya bahwa pekerjaan apa pun yang dia miliki harus diselesaikan pada hari sebelum libur, sehingga pikirannya tidak teralihkan dengan pekerjaannya ketika kalian berdua bersama.

4. Jangan Marah-marah

Partner
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Basicdog

Dia mengalami banyak tekanan di tempat kerja yang menguras tenaganya. Setelah itu jika kamu mengomel padanya, dia akan frustrasi karena berpikir bahwa dia tidak mampu menangani semuanya dengan baik. Alih-alih mengomel padanya, bersikap lembut padanya dan cobalah membuatnya memahami berbagai hal dengan tenang. Dia akan merespon lebih positif untuk itu.

5. Komunikasi

Komunikasi dua arah penting dalam setiap hubungan. Bicaralah padanya tentang bagaimana perasaanmu dan buat dia memahami perspektifmu. Bicaralah dengannya dan cobalah untuk menyelesaikan masalah.

6. Akui Faktanya

Terkadang, mengharapkan pasangan akan berubah justru membuatmu semakin frustrasi. Ketika harapan runtuh, kamu merasa frustrasi dan itu merusak hubunganmu lebih jauh. Kamu perlu menerima kenyataan bahwa beberapa hal tidak akan pernah berubah, jadi tidak ada gunanya mengharapkan mereka melakukannya.

Memiliki pasangan yang terlalu gila kerja mungkin membuatmu tidak bisa memiliki banyak waktu untuk bersama. Namun, ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk kalian sama-sama tumbuh mengcapai tujuan.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by