Sukses

Relationship

Cinta Pertama Tersimpan di Keabadian-Nya, tapi Hidup Ini Terus Berlanjut

Fimela.com, Jakarta Apa arti cinta pertama untukmu? Apa pengalaman cinta pertama yang tak terlupakan dalam hidupmu? Masing-masing dari kita punya sudut pandang dan cerita tersendiri terkait cinta pertama, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My First Love: Berbagi Kisah Manis tentang Cinta Pertama berikut ini.

***

Oleh: fuatuttaqwiyah channel

Cinta pertama membuatku meneteskan air mata. Pasalnya dia sudah berada di alam yang berbeda dariku. Hampir 20 tahun rasa itu masih tersimpan di tubir hati dan tidak bisa terganti.

Sosok calon mantu idaman, begitulah mendiang ibu memanggilnya. Sosok tampan dan bijaksana serta bisa mengemong diriku yang kadang masih semau sendiri.

Aku mengenalnya belum lama. Namun, kehadirannya membuat hariku penuh warna. Kala itu hubungan kami terjalin melalui surat demi surat yang hadir hampir setiap bulan.

Jarak yang jauh tidak membuat hubungan kami berakhir. Justru sebaliknya bersemi dengan indah melalui diksi indah dalam tinta hitam di atas kertas surat yang beraneka warna.

Hatiku terkadang tak sabar menanti kehadiran suratnya yang dipenuhi puisi indah. Namun, terkadang impian tidak seindah harapan yang tersemat di hati.

Suratnya tiba-tiba terhenti. Aku pun sempat bertanya-tanya. Ada apa gerangan dengan dirinya? Benakku diliputi tanda tanya yang tak berkesudahan.

Tanyaku pun terjawab beberapa bulan kemudian ketika sebuah kabar berembus. Dia sakit parah dan harus dirawat di salah satu rumah sakit di ibu kota provinsi.

 

Kepergiannya untuk Selamanya

Satu hal yang bikin aku terharu, dia masih sempat mengucapkan selamat ulang tahun untukku pada saat di ruang ICU dengan selang terpasang di tubuhnya.

Melihat kondisi tubuhnya, aku hanya bisa berdoa dalam hati. “Tuhan, kalau dia bisa sembuh sembuhkan dia seperti semula. Namun, kalau dia sudah tidak bisa sembuh, wafatkan dia secepatnya.”

Kuucap doa itu dengan berlinangan air mata. Jujur kala itu, aku tidak tega melihat kondisi tubuhnya yang dibantu oleh alat-alat yang sangat banyak. Aku tidak mau jasadnya tersiksa lebih lama lagi.

Pada akhirnya dia meninggal dunia tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal untukku secara langsung.

Beberapa saat sebelum dia meninggal dunia, dia sempat mengunjungiku di dalam mimpi.

“Kutahu kamu akan kuat. Lanjutkan hidupmu walau tanpa aku. Wujudkan impianku menjadi penulis. Aku yakin kamu akan menjadi penulis hebat.”

Pesan itulah yang membuatku kuat dan melepaskannya dengan ikhlas. Aku pun berusaha mewujudkan keinginannya menjadi penulis. Walau banyak rintang, aku pun bisa menjadi penulis sesuai dengan harapan dan cita-citanya.

Jauh sebelum dia meninggal dunia, aku dan dia ingin menulis bersama dalam satu buku tentang kisah kami. Sayang, Tuhan sudah menjemputnya.

Dia boleh meninggal dunia. Namun, cintanya tetap abadi, di sini, di hatiku. Itulah kisah cinta pertamaku yang berakhir sendu.

 

#WomenforWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading