5 Cara Mengubah Patah Hati Menjadi Fase yang Mendewasakan Diri

Endah Wijayanti15 Sep 2022, 14:45 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 14:45 WIB
perempuan dan soal serba bisa

Fimela.com, Jakarta Pengalaman patah hati bisa membuat segalanya jadi terasa gelap. Harapan hidup memudar dan semangat untuk melangkah ke depan pun meredup. Rasa marah, sedih, kesal, dan kecewa bisa hadir tumpang tindih saat kita mengalami patah hati.

Wajar jika kita merasa sakit saat patah hati. Namun, selalu ada peluang bagi kita untuk pulih lagi. Bahkan kita bisa mengubah pengalaman patah hati menjadi fase yang mendewasakandiri.

 

 

 

 

1. Memberi Ruang Secukupnya pada Rasa Sedih

perempuan dan cinta pertama
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/JR-50

Patah hati membuat kita sedih, ya itu hal yang perlu kita terima. Beri ruang secukupnya pada rasa sedih yang hadir. Dengan begini, kita bisa lebih mudah menata emosi kita jadi lebih baik lagi. Mengutip buku Merawat Luka Batin, emosi adalah salah satu dari sekian banyak hal yang kita miliki yang membuat kita merasa sebagai diri kita sendiri. Mudahnya, emosi adalah sebagian dari diri kita. Kalau kita merasa sedih saat patah hati, bukan berarti kita akan menghabiskan sisa hidup kita hanya dengan rasa sedih. Cukup izinkan rasa sedih itu mengalir apa adanya, lalu lapangkan hati untuk menerima berbagai rasa dan pengalaman baru.

2. Hadirkan Kembali Hal yang Bisa Menyenangkan Diri

ceria baju kuning menari tersenyum mencintai diri sendiri
ilustrasi perempuan bahagia/CHAjAMP/Shutterstock

Ada penelitian menarik terkait perempuan dan kemampuan untuk move on. Melansir laman timesofindia.indiatimes.com, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Evolutionary Behavioral Sciences, perempuan mengalami rasa sakit emosional dan fisik setelah patah hati tapi cenderung lebih cepat move-on daripada pria. Meski perempuan lebih menderita setelah patah hati, tapi mereka lebih cepat memulihkan diri. Selain itu, bisa menjadi lebih kuat setelah berhasil mengatasi rasa patah hatinya tersebut. Setelah bersedih secukupnya, hadirkan kembali hal yang bisa hadirkan rasa bahagia sebab masih ada banyak hal yang bisa dilakukan lagi.

 

3. Pulihkan Harga Diri

santai bahagia ceria mencintai diri sendiri
ilustrasi perempuan dewasa mandiri/atiger/Shutterstock

Pengalaman patah hati bisa membuat kita merasa kehilangan harga diri. Walaupun kita pernah terpuruk, tapi pengalaman yang ada bisa jadi titik balik kehidupan kita. Kita bisa kembali memulihkan harga diri kita. Caranya? Dapat dimulai dengan kembali mencintai diri sendiri. Mengutip buku How to Respect Myself, jika kita mencintai diri sendiri maka hidup akan menjadi lebih mudah. Kita merasa seperti ada yang menemani meskipun berjalan sendirian, dan ini bisa membantu kita lebih tegar dalam melalui perjalanan kehidupan dan cinta selanjutnya.

4. Berdamai dengan Kejadian yang Sudah Berlalu

perempuan dan cinta pertama 2
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/JR-50

Pengalaman patah hati yang terjadi di masa lalu tak perlu kita rekatkan terus di masa kini. Yang berlalu biarlah berlalu. Pengalaman patah hati yang menyakitkan itu pada akhirnya hanya akan meninggalkan bekas samar. Jadi, lebih baik fokus jalani masa kini dengan harapan-harapan baru. Sehingga kita bisa menginvestasikan waktu dan energi untuk prioritas hidup yang lebih penting di masa kini.

5. Merawat Diri Lebih Baik Lagi

bahagia mencintai diri sendiri
ilustrasi perempuan mandiri dewasa/mentatdgt/Shutterstock

Pengalaman patah hati yang sempat membuat hidup berantakan masih bisa diperbaiki lagi. Masih ada kesempatan untuk memiliki pengalaman-pengalaman baru yang lebih indah. Kita bisa merawat diri lebih baik lagi. Saat kita masih bisa bergerak untuk menata hidup jadi lebih baik, maka kita bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dengan hati yang lebih kuat lagi.

Semoga mulai hari ini dan ke depannya, kita bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna lagi, ya. Yakin saja cinta yang lebih hebat akan senantiasa menyertai hidup kita.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela