5 Alasan Tak Perlu Memberi Kesempatan Kedua pada Peselingkuh

Endah Wijayanti22 Sep 2022, 11:50 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 11:50 WIB
pria berselingkuh

Fimela.com, Jakarta Pasanganmu kedapatan berselingkuh? Orang yang kamu kasihi dan sayangi ternyata malah menduakanmu? Diselingkuhi jelas menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan.

Seseorang berselingkuh tak semata-mata karena ada kesempatan, melainkan ada pilihan yang dibuat secara sadar. Berdasarkan pada kenyataan seorang peselingkuh telah secara nyata melanggar komitmen atau janji yang sudah dibuat bersama, maka untuk memberinya kesempatan kedua sepertinya malah akan membuat diri sendiri menderita. Pilihan untuk tak memberinya kesempatan kedua pun bisa diambil berdasarkan alasan-alasan berikut ini.

 

1. Peselingkuh Cenderung Mengulangi Perbuatannya

rendah diri dan selingkuh
Selingkuh./Copyright shutterstock.com/g/farknotarchitect

Seseorang yang berselingkuh punya kecenderungan akan mengulangi perbuatannya. Mungkin awalnya dia akan membuat alasan karena khilaf. Hanya saja tak masuk akal jika perbuatan yang dilakukan dengan sadar disebabkan oleh hasrat semata. Pengalaman selingkuh bisa jadi semacam hal yang tampak "menarik" dan menantang bagi peselingkuh. Memberinya kesempatan kedua untuk bertahan dengan dirimu bisa membuatmu harus berjuang menghadapi rasa takut yang lebih besar dia akan berselingkuh kembali.

2. Kedamaian Hatimu Lebih Penting

move on dari selingkuh
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@fariphotography

Kamu berhak bahagia dan merasa nyaman dalam menjalin hubungan. Memberi peselingkuh kesempatan kedua bisa membahayakan kedamaian hatimu sendiri. Kamu akan diselimuti lebih banyak rasa was-was dan takut ketika menghabiskan waktu bersamanya. Selain itu, kamu akan makin tak tenang ketika berpisah atau berjauhan dengannya karena khawatir dia selingkuh lagi.

3. Tak Semua Orang Layak Dipertahankan

tukang selingkuh
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior tahun 2017 menemukan bahwa orang yang pernah selingkuh sekali memiliki kemungkinan tiga kali lipat lebih rentan selingkuh lagi di masa mendatang, entah di hubungan cinta yang saat ini bertahan atau di hubungan cinta lainnya. Dengan kata lain, orang yang pernah selingkuh punya kemungkinan besar akan selingkuh lagi dari pasangannya. Daripada mempertahankan seseorang yang kemungkinan akan berselingkuh lagi, mungkin lebih baik melepas dan merelakannya. Tak semua orang berhak dan layak untuk dipertahan dan diperjuangkan dalam hidup.

4. Mempertahankan Hubungan yang Retak Tidak Mudah

kambuh selingkuh
Kenapa kambuh lagi selingkuhnya?/Copyright shutterstock.com/g/Sorrapong%2BApidech

Saat pasanganmu berselingkuh, hubungan menjadi retak. Mempertahankan dan menguatkan hubungan yang retak pun bukan hal mudah. Ada banyak hal yang perlu dikontruksi ulang. Komitmen dan kesetiaan pun perlu dibangun lagi dari nol. Semua ini butuh upaya yang jauh lebih sulit daripada sebelumnya.

 

 

5. Saat Kesetiaan Memudar, Hubungan Bisa Makin Hambar

Si Dia Ketahuan Selingkuh, Haruskah Dilepaskan saat Masih Cinta?
(c) Shutterstock

Kesetiaan sudah dilanggar. Cinta yang hadir pun makin lama makin luntur. Hubungan yang tadinya begitu hangat bisa makin dingin. Apalagi kalau perselingkuhan yang dilakukan oleh pasanganmu juga menyakiti perasaan orang-orang terdekat dan kamu sayangi, maka mempertahankannya hanya akan menambah luka yang semakin lama semakin dalam.

Namun, semuanya kembali pada situasi dan pilihanmu. Memberi kesempatan kedua pada peselingkuh bisa memberi banyak risiko dan kesulitan baru, tetapi hanya dirimu yang paling tahu cara untuk bisa bahagia dan damai menjalani hidup dan hubunganmu.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela