Penelitian Menemukan, Ini 4 Alasan Orang Melakukan Ghosting

Febi Anindya Kirana14 Nov 2022, 16:45 WIB
Diperbarui 14 Nov 2022, 16:45 WIB
serius dewasa putus cinta

Fimela.com, Jakarta Ketika menjalin hubungan cinta, seringkali orang-orang mengalami hal-hal tidak menyenangkan, salah satunya adalah di-ghosting. Beberapa orang harus mengalami yang namanya ditinggal tanpa kejelasan padahal masih sayang-sayangnya. Tapi mengapa sebenarnya seseorang melakukan ghosting?

1. Tidak merasa nyaman lagi

perempuan putus cinta
ilustrasi perempuan sedih/photo created by tawatchai07 - www.freepik.com

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan bahwa alasan umum orang melakukan ghosting adalah merasa tidak merasa aman dan nyaman dalam menjalani hubungan cinta.

Peneliti telah bertanya kepada para partisipan tentang berbagai macam skenario dan motif untuk putus, kemudian mereka ditanya cara apa yang akan mereka lakukan semisal ia telah pacaran lama dengan seseorang dan orang itu menghubungi mantannya lagi. Ternyata salah satu caranya adalah pergi diam-diam karena merasa putus secara eksplisit akan menimbulkan lebih banyak masalah.

2. Sudah hilang rasa cinta

sedih putus merenung
ilustrasi perempuan menangis/JR-50/Shutterstock

Namun yang perlu dicatat di sini, sebenarnya alasan lain orang-orang melakukan ghosting karena mereka sudah tidak memiliki "rasa" terhadap hubungan itu sendiri. Ini adalah alasan yang tampak jelas terjadi pada banyak orang. Jika seseorang meng-ghosting dirimu, maka itu pertanda bahwa ia sudah tidak merasakan cinta menggebu-gebu seperti dulu kepadamu tapi tidak ingin secara langsung memberi tahumu.

Dilansir dalam Bestlifeonline, Heather M. Cain, LPC, LCPC, sebagai konselor profesional hubungan cinta menyatakan bahwa kebanyakan orang tidak ingin membicarakannya sehingga mereka lebih suka melakukan ghosting. Banyak orang tidak belajar bagaimana cara mengomunikasikan perasaan mereka secara terbuka, jelas dan efektif, dan beberapa orang sulit menjadi pendengar yang baik untuk pasangannya. Hal ini menimbulkan pemikiran bahwa meninggalkan orang tanpa kabar dianggap tidak menyakitkan ketimbang bicara jujur empat mata untuk putus.

3. Punya pasangan lain

Perselingkuhan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/ Pormezz

Alasan ketiga orang melakukan ghosting adalah ia memiliki pasangan lain. Ia mudah memutuskan untuk meninggalkan seseorang yang menganggapnya sebagai pasangan karena sebenarnya ia tidak benar-benar sendirian selama ini. Ada pihak lain yang juga menjadi pasangannya di luar sana. Akhirnya, cara terbaik menurut mereka untuk mengakhiri hubungan dengan seseorang yang sudah tidak ia sukai adalah dengan menghilang tanpa kabar, susah dihubungi dan tak bisa ditemui lagi. Orang seperti ini biasanya juga playboy atau punya banyak pasangan.

4. Punya penyakit mental

putus cinta
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/ kittirat roekburi

Terkadang orang melakukan ghosting bukan melulu dengan alasan buruk, tapi bisa saja karena memiliki gangguan kesehatan mental yang tidak ingin di tunjukkan kepada pasangan. Depresi dan trauma dapat menyebabkan seseorang melakukan ghosting. eseorang yang menderita depresi klinis akan menarik diri dari semua orang dalam hidupnya, termasuk pasangan. Seseorang yang mengalami ini mungkin merasa takut atau tidak cukup baik untuk pasangannya sehingga memutuskan menghindar dan menghilang.

Jadi jika kamu mengalami ghosting dari seseorang, kemungkinannya ada banyak. Coba cek alasan apa yang mungkin dilakukan oleh mantan kamu.

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓