Kemenangan Greysia dan Apriyani Teruskan Tradisi Emas Badminton Indonesia di Ajang Olimpiade

Anisha Saktian Putri02 Agu 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 16:30 WIB
Greysia Polii/Apriyani Rahayu/dok. Instagram Greysia Polii

Fimela.com, Jakarta Ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sukses meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Keduanya berhasil mengalahkan pasangan asal China Chen Qingchen dan Jia Yifan dalam dua gim langsung di Musashino Forest Plaza, Tokyo.

Pasangan yang disatukan sejak tahun 2017 ini berhasil mencatatkan sejarah menjadi ganda putri Indonesia yang meraih medali emas di ajang Olimpiade. Mereka berdua juga melanjutkan tradisi emas badminton Indonesia di ajang olahraga tertinggi di dunia.

Tradisi emas Badminton pun dimulai dari Olimpiade musim panas ke-25 pada tahun 1992. Kala itu tunggal putri, Susy Susanti dan tunggal putra, Alan Budikusuma berhasil mengumandangkan Indonesia Raya di di Barcelona, Catalunya, Spanyol.

Nah, berikut ini daftar peraih tradisi medali emas Tim Badminton di Olimpiade:

1992

Susi Susanti-Alan Budikusuma
Kisah cinta Susi Susanti-Alan Budikusuma. (Foto: istimewa)

Ditahun 1992, bulutangkis Indonesia membawa pulang dua emas di ajang Olimpiade. Atlet tersebut ialah Susy Susanti, tunggal putri ini berhasil melawan pemain Korea Selatan, Bang Soo-hyun dengan 3 gim. Saat itu ia baru berusia 21 tahun.

Ganda Putra yang diwakili Alan Budikusuma pun meraih kemenangan setelah harus menghadapi rekan se-negaranya, Ardy Wiranata.

1996

Rexy dan Ricky berhasil meraih emas pada Olimpiade Atlanta 1996 dan turun pada nomor ganda putra bulutangkis. Mereka berdua berhasil mengalahkan pasangan Malaysia, Cheah Soon Kit dan Yap Kim Hock dengan skor 5-15, 15-13, 15-12.

2000

Ganda putra bulu tangkis Indonesia kembali menunjukan taringnya, mereka adalah Tony Gunawan / Candra Wijaya yang berhasil meraih emas di Olimpiade Sydney 2000. Tony/Candra berhasil mengalahkan ganda Korea Selatan, Lee Dong Soo dan Yoo Yong Sung dalam 3 gim.

2004

Ganda Putra kembali meraih medali emas diajang bergengsi ini, kali ini Taufik medali emas pada Olimpiade Athena 2004. Di partai final, Taufik telah ditunggu pebulu tangkis asal Korea Selatan yakni Shon Seung-mo. Tanpa kesulitan, Taufik berhasil mengandaskan perlawanan pebulu tangkis asal Korea itu dengan dua game langsung, 15-8 dan 15-7 dan berhak atas medali emas Olimpiade Athena 2004.

2008

Emas kembali diraih Ganda Putra Indonesia diajang Olimpiade. Kali ini Markis Kido/Hendra Setiawan meraih medali emas di Olimpiade Beijing 2008. Pasangan ganda putra kebanggaan Indonesia itu harus menghadapi pasangan China, Chai Yun/Fu Haifeng dengan pertandingan 3 gim.

Kemenangan tersebut diraih tepat sehari sebelum ulang tahun Indonesia.

2016

Indonesia Masters 2019
Pasangan Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, saat melawan wakil Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, pada laga Indonesia Masters 2019 di Istora, Jakarta, Minggu (27/1). Tontowi/Liliyana kalah 21-19, 19-21, 16-21. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tentu masih teringat dalam benak kita betapa dramtisnya, ganda campuran yang diwakiliki Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih emas di Olimpiade Rio 2016, setelah pada Olimpiade sebelumnya Indonesia pulang tanpa satu pun medali. Keduanya harus berhadapan dengan unggulan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Tontowi/Liliyana berhasil menang 2 game langsung tanpa balas dari pemain Malaysia.

2020

Melengkapi tradisi emas badminton Indonesia diajang Olimpiade, Greysia/Apriyani merupakan ganda putri pertama Indonesia yang berhasil merebut medali emas olimpiade. Mereka menumbangkan andalan Cina, Qing Chen Chen/Yi Fan Jia di babak final dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-15.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela