Kalau mengeluh dan nggak mengerjakan pekerjaan sampingan bagaimana Papa bisa menyelesaikan kuliah itu sedangkan biaya aja nggak cukup kan?
Tampilkan foto dan video
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/sean kong
10h Ago

Kalau mengeluh dan nggak mengerjakan pekerjaan sampingan bagaimana Papa bisa menyelesaikan kuliah itu sedangkan biaya aja nggak cukup kan?

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/sean kong
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@sclensstudio_339
11h Ago

Mungkin saat ini kita tidak membutuhkan mereka yang kita tidak hormati itu namun roda dunia berputar, dan pasti ada saatnya kita butuh mereka.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@sclensstudio_339
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@ambarsimpang
1D Ago

Tiap kali aku merasa kecil terhadap dunia, aku selalu ingat pesan mama kalau hidup harus punya daya juang.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@ambarsimpang
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@baphi
1D Ago

Pernah suatu kali orang tuaku jadi penguntit saat mendengar kabar kalau aku tengah dekat dengan seorang pria.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@baphi
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@sheep-556180
2D Ago

Masih banyak lagi nilai-nilai kehidupan yang ayah wariskan sebelum dia kembali ke Sang Pencipta.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@sheep-556180
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@gabriela-pereira-861420
2D Ago

Dari zaman aku masih usia sekolah hingga sudah dewasa ini pulang maksimal pukul sembilan malam ini masih berlaku.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@gabriela-pereira-861420
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
3D Ago

Sejak kepergian ibu, keluarga dari ibu dan ayah saya tidak peduli dengan kehidupan kami.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
3D Ago

Aku menyaksikan ayah dan ibuku bekerja dari nol membuka studio foto kecil dengan mengontrak rumah kecil di dekat pasar.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@leandro-vendramini-925089
3D Ago

Jika kamu sukses nanti jangan pernah sombong. Orang lain juga harus merasakan suksesmu.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@leandro-vendramini-925089
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@mentatdgt-330508
3D Ago

Ya kalau suamimu memanjakanmu dengan materi, kalau tidak? Mau minta siapa?

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@mentatdgt-330508
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@ambarsimpang
3D Ago

Aku sangat bersyukur bisa terlahir menjadi orang jawa. Meskipun kata orang banyak aturan dan kepercayaan yang tak masuk akal.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@ambarsimpang
ilustrasi zodiak/copyright Unsplash/Alicia Petresc
4D Ago

Aku pun jarang tersenyum. Karena sejak kecil ibuku menjadi tulang punggung bagi keluarga kami.

Selengkapnya
ilustrasi zodiak/copyright Unsplash/Alicia Petresc
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@d-ng-nhan-324384
4D Ago

Jangan menjadi pengeluh. Karena rasa sakit dan kecewa hanyalah sebuah proses penguatan.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@d-ng-nhan-324384
Ilustrasi./Copyright unsplash.com
4D Ago

Secara tidak langsung beliau mengajarkan untuk berusaha terlebih dahulu sesuai dengan batas kemampuan kita.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright unsplash.com
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@kilarov345
5D Ago

Seiring berjalannya waktu dan semakin ramai perantau yang datang, persaingan usaha toko obat juga semakin sulit.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@kilarov345
Ilustrasi./Copyright unsplash.com
5D Ago

Lulus dari bangku SMA, saya mulai berpikir untuk masa depan antara kerja, nikah muda, atau pilihan kuliah.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright unsplash.com
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@seankkkkkkkkkkkkkk
6D Ago

Sebagai yatim, tentunya aku berusaha bersikap lebih mandiri karena aku tidak ingin membebani ibuku.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@seankkkkkkkkkkkkkk
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@kilarov345
6D Ago

Pertama kali menginjakkan kaki di pesantren membuatku menangis, sampai mengutuk diri agar cepat lulus.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/@kilarov345
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@s-n-b-m-827240
1W Ago

Aku pun teringat sebuah nasihat dari papa, sewaktu aku menangis karena kesal dengan bos aku.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@s-n-b-m-827240
Ilustrasi./Copyright snapwiresnaps.tumblr.com/post/113968548048/chelsea
1W Ago

Ternyata, di balik kerasnya didikan orangtuaku, banyak sekali hikmahnya.

Selengkapnya
Ilustrasi./Copyright snapwiresnaps.tumblr.com/post/113968548048/chelsea
Ilustrasi my culture matters/copyright shutterstock
1W Ago

Lomba menulis Fimela bulan Februari, My Culture Matters

Selengkapnya
Ilustrasi my culture matters/copyright shutterstock